Kasal Dampingi Panglima TNI Tinjau Pelaksanaan Latma Super Garuda Shield

    0
    117
    Foto dari kanan ke kiri: Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali duduk bersama Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menyaksikan Latihan Bersama (Latma) Super Garuda Shield (SGS) 2024 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis (29/8/2024). [Foto: Dispen AL]

    OGAN KOMERING ULU, (Cakrayudha-hankam.com) – Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali meninjau pelaksanaan Latihan Bersama (Latma) Super Garuda Shield (SGS) 2024 di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, pada Kamis (29/8/2024).

    Dalam kunjungan ini, Kasal turut mendampingi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan berkesempatan meninjau latihan penerjunan CDS dan Airborne Ops serta penerjunan personel Jepang dari titik tinjau BR-45.

    Dalam peninjauan tersebut, juga turut dihadiri Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Mohammad Tony Harjono, serta Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Dankodiklat) TNI Laksdya TNI Maman Firmansyah serta pejabat TNI lainnya.

    Titik penerjunan dilaksanakan di lokasi Puslatpur Baturaja dengan melibatkan 3 negara penerjun, masing-masing Amerika Serikat, Jepan Ground Self-Defense Force (JGSDF) Jepang, dan Indonesia dengan jumlah penerjunan sebanyak 200 orang.

    Pasukan penerjun tersebut diangkut dengan menggunakan 2 pesawat C-130 US dan 2 unit pesawat C-130 Indonesia, yang dibagi dua gelombang penerbangan.

    Pada kesempatan itu, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyampaikan bahwa SGS merupakan latihan rutin bersama tahunan antara TNI dan Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat (Indopacom) yang dirancang untuk lebih memperkuat interopabilitas, kemampuan, rasa saling percaya, dan kerjasama yang telah dibangun. Serta untuk dapat mengasah kemampuan prajurit masing-masing negara dalam pola latihan gabungan Super Garuda Shield tahun 2024.

    “Hal ini merupakan sarana untuk menciptakan dan membangun rasa saling percaya di sektor militer, memperkuat hubungan bilateral antar militer, hubungan multilateral dan dapat beradaptasi, kemudian belajar dan bertukar budaya sehingga memberi pengalaman nyata selama berada di Indonesia,” tutur Jenderal TNI Agus Subiyanto.

    Sejumlah negara yang ikut serta pada Latma SGS 2024 ini, antara lain Amerika Serikat, Indonesia, Australia, Kanada, Prancis, Jepang, Singapura, Korea Selatan, Inggris, dan Selandia Baru. Selain itu hadir pula 12 negara tambahan yang menjadi pengamat (observer) latihan ini.

    Pada latihan SGS 2024, TNI AL melibatkan sekitar 450 prajurit Marinir serta beberapa material tempur diantaranya KRI Frans Kaesiepo-368, KRI Makasar-590, KRI Teluk Ende-517, Pesud CN-235, Heli Panther AS-565 MBE. LVT-7 A1, dan BMP-3F Marinir. (Red-050)

     

    Sumber: Dispen AL