Jamaah Annadzir Gowa akan Rayakan Idulfitri Hari Ini

    0
    85

    Lebih Cepat dari Keputusan Pemerintah

     

    GOWA, Cakrayudha-hankam.com – Jamaah Annadzir Gowa akan merayakan Idulfitri 1446 Hijriyah/2025 Masehi pada hari ini, Minggu (30 Maret 2025).

    Dengan demikian, Jamaah Annadzir Gowa merayakan Lebaran satu hari lebih awal dibandingkan dengan keputusan pemerintah, yang menetapkan Idulfitri atau 1 Syawal 1446 H jatuh pada Senin (31 Maret).

    Keputusan mengenai perayaan Lebaran ini diambil setelah musyawarah yang berlangsung pada Jumat (28 Maret).

    “Berdasarkan perhitungan hisab dan rukyat bulan tersebut, Pimpinan Jamaah Annadzir Gowa memutuskan bahwa Idulfitri 1446 H/2025 M jatuh pada hari Ahad, 30 Maret 2025,” jelas Pimpinan Jamaah Annadzir Gowa, Ustaz Samiruddin Pademmui, dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.tv pada Sabtu (29 Maret).

    Jamaah Annadzir Gowa menetapkan awal Ramadan dan Idulfitri berdasarkan metodologi yang diajarkan oleh guru dan Imam KH Syamsuri Abdul Madjid serta Ustaz Rangka Hanong Daey Kiyo, didukung oleh data dari aplikasi Luna SolCal dan Sun Position Demo.

    Dengan metode ini, Jamaah Annadzir Gowa memulai puasa Ramadan 1446 H pada hari Jumat, 28 Februari. Namun, puasa Ramadan secara resmi dimulai pada hari Sabtu, 1 Maret.

    Sementara itu, di tempat lain, ratusan pengikut aliran Naqsabandiyah di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah melaksanakan salat Idulfitri di Lapangan Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal Amal pada hari Sabtu, 29 Maret.

    Abdul Latif, seorang jamaah Naqsabandiyah, menjelaskan bahwa penentuan awal Ramadan dan Idulfitri dilakukan melalui perhitungan hilal oleh tuan guru Aji Fandi, yang dikenal sebagai Afandi Bin Ibrahim Al Maqbul, pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal Amal.

    “Penetapan ini tidak hanya berlaku untuk salat Idulfitri dan puasa Ramadan, tetapi juga untuk salat Idul Adha,” ujarnya di Bima pada hari Sabtu, seperti yang dilaporkan oleh Antara.

    Sementara itu, Iksan, seorang jamaah lainnya, menyatakan bahwa sebagian besar jamaah yang melaksanakan shalat Idulfitri lebih awal berasal dari Kelurahan Ntobo dan para santri Pondok Pesantren Darul Ulumi Wal Amal.

    “Saya sudah mengikuti puasa dan salat Id yang ditetapkan oleh Tuan Guru Aji Fandi sejak zaman kakek dan nenek saya,” ujarnya.

    Penetapan 1 Syawal 1446 H oleh jamaah Naqsabandiyah didasarkan pada metode hisab dan rukyat yang mereka gunakan, serta hasil musyawarah ulama tarekat yang dilakukan dua bulan sebelum Ramadan.

    Berdasarkan perhitungan internal tersebut, mereka mulai berpuasa pada Kamis, 27 Februari 2025, atau dua hari sebelum keputusan resmi dari pemerintah Indonesia. (Red-033)