Isi Materi Wasbang Teloransi Anti Kekerasan dan Komitmen Kebangsaan

0
166

MAGETAN, Cakrayudha-Hankam.com – Bati Tuud Koramil 0804/08 Barat Kodim 0804 Magetan, Serma Suwandi, memberikan materi Wawasan Kebangsaan (Wasbang) kepada para siswa MTsN 2 Magetan di Desa Rejomulyo, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, pada Selasa (15/7/2025). Materi yang disampaikan mengangkat tema *“Toleransi, Anti Kekerasan, dan Komitmen Kebangsaan Menuju Moderasi Beragama.”*

Dalam pemaparannya, Serma Suwandi menegaskan bahwa moderasi beragama, toleransi, dan semangat kebangsaan merupakan tiga pilar utama dalam menjaga keharmonisan kehidupan beragama dan berbangsa di Indonesia. Menurutnya, moderasi beragama mengajak masyarakat untuk memahami dan mengamalkan ajaran agama secara seimbang, tidak ekstrem, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.

“Toleransi adalah kemampuan menghargai perbedaan keyakinan dan agama orang lain tanpa melakukan diskriminasi atau kekerasan. Nilai ini penting ditanamkan sejak dini, terutama di lingkungan sekolah,” ujarnya.

Selain memberikan materi utama, Serma Suwandi juga menyampaikan imbauan kepada siswa-siswi agar menjauhi segala bentuk kekerasan, termasuk perilaku bullying. Ia menjelaskan bahwa tindakan tersebut bisa berdampak buruk bagi perkembangan fisik dan mental anak, bahkan bisa menimbulkan depresi, kecemasan, hingga menurunnya prestasi belajar.

“Anak-anak harus merasa aman dan nyaman di lingkungan sekolah agar bisa berkembang secara optimal,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, nilai-nilai adab, norma, dan kepribadian harus mulai ditanamkan dari rumah. Di era digital dan keterbukaan informasi saat ini, peran orang tua sangat penting dalam membentengi anak dari pengaruh negatif lingkungan.

Sementara itu, Kepala MTsN 2 Magetan, Drs. Husnul Khuluq, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Koramil 0804/08 Barat atas kerja sama dalam kegiatan ini. Ia berharap, materi Wasbang yang diberikan dapat meningkatkan rasa cinta tanah air serta kesadaran siswa akan pentingnya toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Ini adalah bekal penting bagi siswa untuk masa depan mereka, baik dalam konteks kebangsaan maupun kehidupan sosial,” tutupnya.(Red-033)