Inilah Kronologi Lestina Barus Tertipu 4 Miliar, 2 Anak Daftar Akpol, 1 Anak Daftar Prajurit TNI

    0
    166
    Diduga oknum TNI Praka R dan Juliana Purba saat menerima uang sebesar Rp 1,4 miliar dari Lestina Barus di Magelang. Uang diserahkan untuk meluluskan anak Lestina Barus menjadi taruna Akpol. [Foto: medan.tribunnews.com]

    MEDAN, (Cakrayudha-hankam.com) – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) memastikan terus mengusut dugaan penipuan modus masuk taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dan perwira karir Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilaporkan Lestina Barus.

    Dirreskrimum Polda Sumut Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Sumaryono mengatakan, laporan Lestina Barus masih terus berproses. “Laporan tersebut masih terus berproses, ditangani Subdit Jatanras,” kata Kombes Sumaryono, Selasa (25/6/2024).

    Sebelumnya, seorang warga di Sumatera Utara (Sumut) bernama Lestina Barus mengaku menjadi korban dugaan penipuan, dengan modus masuk taruna Akademi Kepolisian (Akpol) dan calon perwira TNI prajurit karir.

    Total kerugian Lestina Barus mencapai Rp 4 miliar, masing-masing dengan rincian Rp 3 miliar untuk satu orang anaknya daftar menjadi calon taruna Akpol dan Rp 1 miliar untuk dua anaknya daftar calon perwira TNI prajurit karir.

    Adapun tiga orang yang akan didaftarkannya ke taruna Akpol dan perwira TNI prajurit karir, itu, adalah ketiga anaknya sendiri.

    Lestina Barus mengungkap, terduga pelaku yang menipunya ialah diduga oknum personel TNI dari Komando Daerah Militer (Kodam) I Bukit Barisan berinisial Praka R.

    Namun demikian, yang memperkenalkan Lestina Barus dengan Praka R seorang perempuan bernama Juliana Purba, disebut-sebut istri perwira pertama di Polda Sumut, diduga bertugas di Polres Karo.

    “Tapi yang menjembatani saya ke TNI ada perempuan ini, namanya Juliana Purba. Dia yang mengenalkan saya dengan Praka R  ini, dan dia yang mengatakan sama saya bahwa anaknya lulus masuk Akpol melalui jalur sisipan,” kata Lestina Barus ketika diwawancarai di Mapolda Sumut, Selasa (25/6/2024).

    Dugaan penipuan ini sudah dilaporkan ke Polda Sumut, dengan tanda bukti laporan STTLP/B/1363/XI/2023/SPKT/POLDA SUMUT tertanggal 13 November 2023 lalu.

    Kemudian, Lestina Barus juga melaporkan kasusnya itu ke Polisi Militer Kodam (Pomdam) I Bukit Barisan, dengan tanda bukti laporan LP/03/XII/2023 tertanggal 28 Desember 2023.

    Lestina Barus membeberkan, awal mula dugaan penipuan modus lulus menjadi taruna Akpol dan perwira TNI prajurit karir bermula pada 2023 lalu.

    Saat itu, Lestina Barus dan Juliana Purba saling kenal karena sama-sama warga Kabupaten Karo, dan kedua anak mereka sama-sama pernah mengikuti seleksi penerimaan calon taruna Akpol pada tahun 2023 di Polda Sumut.

    Tapi belakangan, anak Lestina Barus dinyatakan gugur. Sementara, anak Juliana Purba disebut-sebut lulus melalui jalur sisipan.

    Lestina Barus menyebutkan, pada 3 Oktober 2023 terjadi percakapan antara dirinya dan Juliana Purba. Saat itu, Lestina Barus menanyakan soal kelulusan anak Juliana Purba dan keberadaannya.

    Dalam percakapan itu, Juliana Purba mengatakan sedang berada di Magelang, Jawa Tengah, mengantarkan anaknya yang lulus taruna Akpol jalur sisipan melalui seseorang.

    Mendengar pernyataan Juliana Purba itu, Lestina Barus meminta tolong kepada Juliana Purba kalau ada kuota sisipan supaya anaknya juga diluluskan.

    “Dan saya minta tolong sama dia (Juliana Purba), kalau nanti ada lagi, saya bisa gak ya minta tolong anak saya dimasukkan lagi, dan dia menjawab, ‘iya kak, kalau nanti ada saya kabari,” kata Lestina Barus, menirukan percakapan mereka saat itu.

    Pada 5 Oktober 2023, terjadi percakapan lagi antara Lestina Barus dan Juliana Purba melalui telepon. Juliana Purba bilang ada kuota daftar masuk taruna Akpol melalui jalur sisipan.

    Saat ditanya Lestina Barus berapa biaya yang dikeluarkan, Juliana Purba disebut menyebut uang sebesar Rp 3 miliar.

    “Juliana bilang, kak, kakak mau anak kakak masuk Akpol itu. Saya jawab, saya mau, kalau ada jalan, ada kesempatan kenapa tidak saya bilang. Kemudian dijawab, ada katanya. Jadi, berapa saya persiapkan uangnya, saya bilang,” kata Lestina Barus.

    “Dia bilang Rp 3 M. saya bilang kalo Rp 3 M, sekarang gak ada duit saya. Uang saya cuma sedikit kalau sekarang,” sambungnya.

    Usai Lestina Barus sempat menawar harga, kemudian Juliana Purba menjelaskan, kalau anaknya sebelumnya juga membayar Rp 3 miliar supaya bisa diterima menjadi taruna Akpol.

    Bahkan, disebutkan Juliana Purba mendesak Lestina Barus supaya langsung menyiapkan uang sebesar Rp 3 miliar dan terbang ke Magelang, Jawa Tengah.

    Karena cuma punya uang Rp 500 juta, Juliana Purba disebut meminta 50 persen dari Rp 3 miliar atau Rp 1,5 miliar sebagai uang muka. Bahkan, korban dijanjikan, jika anaknya tidak lulus uangnya 100 persen kembali.

    “Jadi, kakak datang ke Magelang, bawa uangnya. Bawa kwitansi, bawa materai, bawa anak kakak, sampai di sini (Magelang), kakak kasih uangnya, anak kakak langsung masuk, gitulah dibilang Juliana Purba ini,” ucap Lestina Barus.

    Pada 6 Oktober 2023, sekira pukul 05:00 WIB, Lestina Barus, suami, dan anaknya berangkat dari Kota Medan ke Magelang, lalu menginap di salah satu hotel.

    Sekira pukul 09:00 WIB, Juliana Purba datang ke hotel bersama dua orang, yakni Desi Purba dan seorang laki-laki belakangan diketahui Praka R diduga oknum personel Kodam I Bukit Barisan.

    Praka R  inilah yang disebut-sebut bisa membantu meluluskan anak korban menjadi taruna Akpol. Di sinilah, Lestina Barus menyerahkan uang sebesar Rp 1,4 miliar secara tunai beserta kwitansi yang ditandatangani Rasidin.

    “Besok harinya, mereka datang ke hotel kami dan mengambil uang itu, dan pembayaran saya memang saya cicil. Pembayaran pertama saya bayar Rp 1,4 miliar yang disaksikan oleh Juliana Purba, Desy Purba, dan Rasidin Lembeng, dan dialah yang menulis surat kwitansi itu Rp 1,4 miliar,” kata Lestina Barus.

    Sepekan kemudian, Lestina Barus menyerahkan uang lagi sebesar Rp 1,6 miliar, sehingga uang yang diserahkan totalnya Rp 3 miliar. Saat penyerahan uang kedua ini, kwitansi sebelumnya ditarik dan diganti kwitansi baru.

    “Satu minggu berikutnya, saya bayar lagi sama dia karena dia minta, saya bayar lagi Rp 1,6. Jadi pembayaran saya kedua totalnya Rp 3 miliar,” jelas Lestina Barus.

    Pada 13 hingga 21 Oktober 2023, korban menanyakan nasib anaknya ke Praka R, karena sudah membayar tunai Rp 3 miliar, namun belum ada kabar.

    Lalu pada 22 Oktober, Juliana Purba mengirimkan lampiran surat Kapolri nomor: R/11/350/DIK22/2023/SSDM tertanggal 29 Oktober 2023 tentang pemanggilan khusus Diktaruna Akpol 010266/P/0027 No. Register 1920892857064011/SSDM/DIK/2023.

    Dalam file surat tersebut, berisikan pemanggilan terhadap enam orang calon taruna Akpol jalur khusus, diantaranya ada nama anak korban.

    “Dan dia juga sprint seperti ini, bahwa nama anak saya sudah terdaftar di situ. Saya kan orang awam dan tidak mengerti, saya pikir anak saya sudah memang jebol (lulus Akpol). Tetapi saya tunggu-tunggu, ternyata tidak ada kepastian. Saya telepon besok lagi, saya telepon besok lagi, dikasihnya kami harapan dan harapan saja,” tutur Lestina Barus.

    Pada 30 Oktober 2023, Praka R disebut menjumpai Lestina Barus meminta uang sebesar Rp 1 miliar, karena sebelumnya ia juga sempat berjanji bisa meluluskan dua anak Lestina Barus menjadi perwira karir di TNI.

    Pada tanggal 31 Oktober 2023, korban menghubungi mereka menanyakan nasib tiga anaknya dan kembali dijanjikan. Nyatanya, nomor handphone (Hp) Praka R mulai tidak aktif lagi.

    “Saya telepon lagi, katanya kasih aku waktu dua hari katanya. Saya bilang, kalo bisa bisa, kalau enggak bisa enggak gak apa-apa. Besoknya gak aktif lagi Hp-nya. Itulah komunikasi terakhir sama R ini. Totalnya kerugiannya Rp 4 miliar,” ucap Lestina Barus.

    Terkait laporan Lestina Barus ke Pomdam I Bukit Barisan dan Polda Sumut, belum menemukan titik terang. Di Polda Sumut, Lestina Barus sempat dipertemukan dengan Juliana Purba.

    Lestina Barus berharap, baik Polda Sumut dan Pomdam I Bukit Barisan mampu menyelesaikan dugaan penipuan modus masuk taruna Akpol dan perwira TNI prajurit karir yang menimpanya.

    “Sebab, uang yang saya gunakan merupakan uang pinjaman. Bantulah saya, karena saya juga orang susah, saya lelah meminjam ke saudara-saudara saya untuk menolong saya,” kata Lestina Barus mengiba.

    “Saya seorang ibu, saya berusaha agar anak saya bisa mencapai cita-citanya. Saya juga capek meleskan dia sana sini, tetapi anak saya sudah dua kali dia kalah tes Akpol, gagal terus. Karena ada tawaran itu, saya pinjam uang saudara-saudara saya semua. Saya pun gak tahu cara saya mencari dia, saya saya ini awam kali,” kembali Lestina Barus mengiba.

    Terkait hal itu, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) I Bukit Barisan Kolonel Rico Siagian mengatakan, akan mengecek dulu laporan Lestina Barus. “Nanti kita cek,” kata Kolonel Rico Siagian singkat. (**)

     

    Sumber: medan.tribunnews.com