Indonesia Masih Dibanjiri Keramik Impor dari China

    0
    89

    Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, mencatat bahwa utilisasi industri keramik Indonesia mengalami pertumbuhan cukup tinggi, yakni mencapai 75 persen pada kuartal I-2023.

    Kendati mengalami pertumbuhan yang cukup membahagiakan, namun capaian utilisasi ini sebetulnya masih mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 78 persen.

    “Saya mendapatkan surat dari ASAKI (Asosiasi Industri Keramik Indonesia) di mana sebetulnya (keramik) menikmati pertumbuhan yang tinggi,” kata Agus Gumiwang dalam Rapat Kerja Kementerian Perindustrian di Ritz-Carlton Pacific Place, Jakarta, Jumat (16/6).

    Menurutnya, jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mengalami penurunan, namun tingkat utilisasi industri keramik yang tumbuh 75 persen patut untuk dijaga agar tidak terus menurun.

    Penyebab Maraknya Keramik Impor
    Adapun penyebab penurunan utilitas industri keramik tahun ini lantaran melemahnya daya beli masyarakat, serta tingkat inflasi yang meningkat akibat kenaikan BBM pada tahun 2022.

    Penyebab lainnya yaitu banyak produk keramik impor yang membanjiri pasar dalam negeri, utamanya dari China. Karena permintaan global sedang menurun, sehingga Indonesia menjadi target pasar China.

    “Terutama akibat kebijakan anti-dumping untuk produk-produk ubin dari China, Meksiko, Eropa, Timur Tengah, dan sebagainya. Ini secara alamiah menjadikan Indonesia menjadi target market produk-produk China, dan itu bukan hanya keramik,” pungkasnya.(Red)