Identitas Kontraktor Pabrik CAA, Diduga Dipalak Kadin Cilegon

    0
    52

    CILEGON, Cakrayudha-hankam.com – Kasus dugaan pemerasan terkait proyek pabrik bernilai besar di Cilegon, Banten, yang melibatkan oknum dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) setempat, kini memasuki fase baru. Polda Banten telah resmi menetapkan tiga tersangka, termasuk Ketua Kadin Cilegon, Muhammad Salim (MS), dan Wakil Ketua Kadin Cilegon, Ismatullah (IS), atas tuduhan penghasutan, pemerasan, dan/atau tindakan tidak menyenangkan terhadap PT China Chengda Engineering. Publik pun penasaran, siapa sebenarnya PT China Chengda Engineering yang berani ‘dipalak’ hingga mencapai Rp 5 triliun dan menjadi kontraktor untuk proyek strategis nasional (PSN) di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto?

    Terungkap bahwa MS diduga memiliki peran kunci dalam kasus ini. Ia dilaporkan menggebrak meja dan secara terbuka meminta jatah proyek senilai Rp 5 triliun untuk Kadin, tanpa mengikuti prosedur lelang yang seharusnya. Selain itu, MS juga dituduh mengajak dan menggerakkan massa untuk melakukan aksi di lokasi proyek PT China Chengda Engineering.

    Sementara itu, tersangka lainnya, Rufaji Jahuri (RJ), yang menjabat sebagai Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilegon, diduga mengancam akan menghentikan proyek jika HNSI tidak dilibatkan dalam pekerjaan yang dilakukan oleh PT China Chengda Engineering.

    Sebagai informasi, proyek yang menjadi fokus dugaan pemerasan ini adalah Pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) milik PT Chandra Asri Alkali (CAA), yang merupakan anak perusahaan dari Chandra Asri Group, sebuah raksasa di bidang petrokimia.

    Pabrik ini bukanlah proyek biasa. Dengan nilai investasi mencapai Rp 13,5 triliun, pabrik ini juga memiliki status sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN). Presiden Prabowo Subianto telah menetapkannya sebagai PSN melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 12 Tahun 2025 mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

    Menurut informasi yang tertera di situs resmi perusahaan, China Chengda Engineering Co., Ltd. (Chengda) merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh China National Chemical Engineering Co., Ltd. dan berlokasi di Chengdu, China.

    Didirikan secara resmi pada tahun 1958, Chengda awalnya berfungsi sebagai institut desain di bawah Kementerian Industri Kimia. Seiring waktu, perusahaan ini bertransformasi menjadi kontraktor Engineering, Procurement, and Construction (EPC) yang terpercaya di berbagai sektor. Chengda memiliki portofolio proyek yang mengesankan, mencakup sektor petrokimia, kimia gas alam, kimia garam, kimia batu bara, kimia halus, tenaga industri, farmasi, energi baru, material baru, arsitektur, infrastruktur perkotaan, dan perlindungan lingkungan.

    Perusahaan ini telah berkontribusi dalam pembangunan basis industri utama untuk berbagai konglomerat besar di China, seperti Sinopec, PetroChina, dan China Chemical. Selain sukses di dalam negeri, Chengda juga telah memperluas jangkauannya ke pasar internasional dengan menyelesaikan lebih dari 40 proyek di lebih dari 20 negara, termasuk Amerika Serikat, Arab Saudi, Brasil, Indonesia, Vietnam, Bangladesh, Pakistan, dan Uzbekistan.

    Proyek-proyek tersebut mencakup pembangunan pabrik amonia, urea, metanol, soda ash, pembangkit listrik, serta terminal LNG/LPG. Dengan jumlah karyawan sekitar 1.200 orang dan ratusan paten serta teknologi yang dimiliki, PT China Chengda Engineering jelas merupakan pemain signifikan di industri konstruksi global. Keberanian mereka untuk melaporkan dugaan pemerasan ini mencerminkan integritas perusahaan dalam melaksanakan proyek-proyek strategis nasional di Indonesia.(Red-033)