Ibadah Bersama di Beoga: TNI dan Warga Papua Satukan Hati dalam Damai

0
210

PUNCAK, Cakrayudha-hankam.com – Di antara sejuknya pagi dan sunyinya pegunungan Papua, suara lantunan doa dan pujian bergema dari sebuah gereja sederhana di Kampung Dangbet, Distrik Beoga, Minggu (20/7/2025). Namun, pagi itu bukan sekadar ibadah rutin—melainkan momen penuh makna yang menyatukan dua kekuatan besar: rakyat dan prajurit.

Personel Pos Dangbet dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 732/Banau yang berada di bawah Komando Operasi TNI Habema (Koops Habema), mengikuti ibadah bersama warga setempat. Kegiatan rohani ini dipimpin langsung oleh Letda Inf Simbolon, menampilkan pemandangan penuh makna—seragam loreng prajurit berdampingan dengan pakaian adat masyarakat, mencerminkan harmoni dan persaudaraan.

“Kami datang bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi sebagai saudara sebangsa yang turut hadir dalam kehidupan spiritual masyarakat Papua,” ujar Letda Simbolon, dengan ketulusan.

Kehadiran TNI dalam kegiatan keagamaan ini mencerminkan pendekatan humanis yang mengedepankan kedekatan emosional, bukan semata kekuatan militer. Dengan doa dan kebersamaan, TNI membangun kepercayaan warga yang tumbuh perlahan namun kuat.

“Kami sangat bersyukur atas kehadiran mereka. Ini bukan hanya ibadah, tapi bentuk nyata bahwa TNI hadir menyatu, bukan hanya menjaga wilayah, tetapi juga menguatkan hati kami,” ungkap Bapak Dominggus, salah satu jemaat, dengan mata berkaca-kaca.

Mayjen TNI Lucky Avianto, Panglima Koops Habema, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa prajurit di bawah komandonya adalah duta kemanusiaan yang menjaga Papua bukan hanya dari sisi teritorial, tetapi juga sosial dan spiritual.

“Setiap prajurit Koops Habema adalah jembatan cinta dan damai. Papua bukan sekadar batas yang harus dijaga, tetapi rumah bersama yang harus dirawat dengan kasih dan kebersamaan,” tegas Mayjen Lucky kepada media, Senin (21/7/2025).

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keamanan dan ketenteraman tidak hanya lahir dari patroli bersenjata, tetapi juga dari ketulusan hati, pelukan persaudaraan, dan semangat untuk hidup berdampingan dalam damai..

Sumber:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)