Hercules Minta Maaf kepada Gatot Nurmantyo dan Yayat Sudrajat

    0
    146

    Melalui Perantara Dudung Abdurachman

     

    JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com – Ketua Umum GRIB Jaya, Hercules, telah meminta maaf kepada para Jenderal Purnawirawan. Setelah menyampaikan permintaan maaf kepada Sutiyoso, Hercules juga meminta maaf kepada Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo dan Letjen (Purn) Yayat.

    Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui sambungan video, di mana Hercules menegaskan bahwa dia tidak ingin memperpanjang masalah ini. Permohonan maafnya disampaikan melalui Penasihat Khusus Presiden untuk Urusan Pertahanan Nasional, Jenderal (Purn) TNI Dudung Abdurachman.

    Insiden ini bermula ketika Dudung, yang merupakan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) periode 2021-2025, diwawancarai oleh wartawan dari sebuah stasiun televisi nasional. Dalam wawancara tersebut, Dudung mengungkapkan kedekatannya dengan Hercules dan langsung menghubunginya melalui ponselnya. “Saya bisa berkomunikasi dengan dia,” ungkap Dudung di Metro TV.

    “Coba saya telepon,” ujarnya. Ia kemudian melakukan panggilan video kepada Hercules. Begitu tersambung, Dudung segera memulai percakapan dalam bahasa Tetun, yang merupakan salah satu bahasa resmi di Timor Leste, bersama bahasa Portugis. Bahasa ini termasuk dalam keluarga bahasa Austronesia dan dipengaruhi oleh bahasa Portugis.

    Dudung menyampaikan pesan dari Presiden Prabowo Subianto kepada Hercules. “Pesan Pak Prabowo dalam rapat kabinet menyatakan bahwa ormas-ormas yang menyengsarakan masyarakat, menekan, dan memalak harus diatasi. Kita perlu membantu masyarakat, meningkatkan kesejahteraan mereka, dan mendukung pemerintah dalam upaya tersebut,” jelas Dudung di telepon. Hercules pun menanggapi bahwa GRIB Jaya selalu berkomitmen untuk membantu masyarakat.

    “Jadi, mohon Jenderal, kami dari GRIB selalu siap membantu dalam menghadapi bencana dan kesulitan yang dialami masyarakat di seluruh Indonesia. GRIB selalu hadir,” ujar Hercules kepada Dudung.

    Dudung Abdurachman kemudian menjelaskan isi percakapan mereka dalam bahasa Indonesia. “Saya menyampaikan kepada beliau pesan dari presiden bahwa organisasi masyarakat (ormas) tidak boleh menyengsarakan atau menekan masyarakat. Sebaliknya, ormas harus berperan dalam membantu masyarakat dalam program pembangunan. Ini adalah penekanan dari presiden,” jelas Dudung.

    Dia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk membubarkan ormas yang menimbulkan keresahan. “Jadi, jika ada ormas yang menyengsarakan masyarakat, perintah presiden kepada Mendagri adalah untuk membubarkan mereka. Dia (Hercules) memberikan teguran,” kata Dudung.

    “Bubarkan, saya mendukung,” sahut Hercules.

    Dudung Abdurachman juga meminta Hercules untuk meminta maaf kepada beberapa jenderal. “Dia diminta untuk meminta maaf kepada Pak Gatot, Pak Yayat, dan jenderal-jenderal lainnya di KBT (Keluarga Besar TNI) terkait pernyataannya kemarin di media. Beliau menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan dukungannya terhadap pemerintah,” ujar Dudung Abdurachman.

    “Mohon maaf atas ucapan yang tidak tepat terhadap Bapak Purna, jenderal. Saya sangat menyesal,” kata Hercules. (Red-033)