Harga Telur Ayam Makin Mahal, Ketua Banggar Minta Pemerintah Harus Segera Selesaikan

    0
    77

    Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Said Abdullah mengatakan inflasi Indonesia terkendali di level 4,3 persen, dan menunjukkan tren penurunan sejak awal tahun ini.

    Kemudian, memasuki Ramadhani bulan lalu, inflasi terkendali di level 5 persen. Kendati begitu, terdapat beberapa kebutuhan bahan pokok yang melonjak tinggi, salah satunya telur.

    Enam+03:11VIDEO: Perempuan Indonesia Kunci Pertumbuhan Ekonomi, Kok Bisa? Diketahui, kenaikan harga telur baru-baru ini tengah menjadi perbincangan hangat di antara masyarakat Indonesia.

    Harga telur hari ini sudah berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogram. Said Abdullah pun meminta kepada Pemerintah agar segera mengantisipasi kenaikan harga telur.

    “Beberapa barang konsumsi saat ini yang melambung tinggi seperti telur ayam perlu segera diantisipasi oleh pemerintah, sehingga segera ada pasokan untuk stabilisasi harga,” kata Said Abdullah, di Jakarta, Rabu, (24/5/2023).

    Disamping melonjaknya salah satu kebutuhan pokok yakni telur ayam, sejauh ini pada kuartal I-2023 menunjukkan kinerja ekonomi nasional memuaskan. Perekonomian Indonesia bisa tumbuh 5,03 persen (yoy).

    “Capaian ini lebih baik dibandingkan negara negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Korsel, Zona Eropa. Pertumbuhan ekonomi mereka masih tertahan rata rata dibawah 2 persen,” ujarnya.

    Geliat pertumbuhan ekonomi paling tampak di sektor transportasi dan pergudangan hingga mencapai 15,9 persen, hotel dan restoran 11,6 persen. Pertumbuhan kedua sektor tersebut tentu saja efek dari kegiatan mudik lebaran 2023 dan dicabutnya kebijakan pembatasan sosial oleh pemerintah.

    Kendati demikian, tantangan kedepan pemerintah harus bisa memacu lebih pertumbuhan sektor pertanian yang hanya 0,3 persen, padahal bagian dari sektor primer Indonesia didorong untuk memperkuat kemandirian pangan.

    Kata Said, sejak tiga tahun terakhir pemerintah telah menggelontorkan anggaran ketahanan pangan yang terus meningkat seperti pembangunan bendungan, perbaikan jaringan irigasi, subsidi pupuk, dan lain-lain.

    Menurut Said, Pemerintah juga perlu memacu sektor manufaktur. Meski manufaktur tumbuh di level 4,4 persen, namun lebih rendah dari tahun lalu 4,9 persen.

    Padahal manufaktur penting untuk melihat dampak lebih jauh dari kebijakan hilirisasi yang terus digelorakan oleh Presiden Jokowi.

    “Agenda strategis ini harus menjadi perhatian kita bersama, mengingat akan memberikan nilai tambah yang besar terhadap ekonomi dan lapangan kerja,” pungkasnya.(Red)