Gubernur Khofifah Sebut 2 Penyebab Harga Bahan Pokok Tetap Terjangkau

    0
    128

    MADIUN, Cakrayudha-hankam.com – Menjelang hari raya Idul Fitri, beberapa kepala daerah mengunjungi pusat penjualan bahan pokok untuk memastikan harga tetap terjangkau.

    Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memeriksa pasokan dan ketersediaan bahan pangan di Kota Madiun dengan mengunjungi Pasar Besar. Tujuannya adalah untuk memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terkendali.

    Didampingi oleh Wali Kota Madiun, Maidi, Gubernur Khofifah berkeliling ke lapak-lapak pedagang dan berdialog untuk menanyakan ketersediaan barang-barang kebutuhan pokok menjelang Lebaran 2025.

    “Semua kebutuhan pokok terpantau aman. Harga beras, telur, minyak goreng, dan gula masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Yang terpenting, suplai bahan pangan lancar dan stok terjamin aman,” kata Khofifah.

    Menurut Gubernur Khofifah, Pasar Besar Madiun, yang merupakan salah satu pasar tradisional yang dipantau untuk mengukur inflasi dan deflasi di Jawa Timur, terlihat ramai dikunjungi masyarakat. Hal ini mencerminkan daya beli masyarakat yang cukup baik, terutama menjelang Lebaran.

    “Pasar ini menjadi salah satu sampel yang diawasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pengukuran inflasi di wilayah Jawa Timur. Kami melihat pasar ini cukup ramai, yang menunjukkan bahwa daya beli masyarakat cukup bagus,” ungkap Khofifah.

    Wali Kota Madiun, Maidi, yang mendampingi Khofifah, mengucapkan terima kasih atas perhatian Gubernur Jatim terhadap Kota Madiun.

    Selain memeriksa harga dan pasokan, Gubernur, yang merupakan perempuan pertama yang menjabat di Jatim, juga membeli berbagai produk dari pedagang dan membagikannya kepada pengunjung pasar.

    Gubernur juga memberikan bantuan sembako kepada abang becak dan santunan kepada anak-anak yang kurang mampu.

    Alhamdulillah, Ibu Gubernur datang ke sini untuk memeriksa harga kebutuhan pokok. Madiun dipilih karena merupakan salah satu daerah yang digunakan oleh BPS untuk mengukur inflasi atau deflasi,” ujar Wali Kota Maidi.

    Maidi menjelaskan bahwa pemantauan ini bertujuan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Lebaran.

    “Secara keseluruhan, kondisi pasar sangat baik, tanpa adanya kenaikan harga yang signifikan. Harga-harga masih dalam batas wajar dan tidak terjadi inflasi yang tinggi,” tambah Maidi.

    Ia juga menyatakan bahwa stabilitas harga ini merupakan hasil dari upaya Pemerintah Kota Madiun, salah satunya melalui program Warung Tekan Inflasi. Program ini menyediakan bahan kebutuhan pokok di beberapa lokasi dengan harga yang lebih terjangkau.

    Fungsinya adalah untuk mengendalikan harga dan menjaga daya beli masyarakat. “Ketika harga di pasar meningkat, masyarakat dapat berbelanja di warung untuk membantu menekan inflasi,” ujarnya.

    Berdasarkan pemantauan harga di pasar, beras medium dijual seharga Rp13 ribu per kilogram, gula Rp17 ribu per kilogram, minyak goreng merek Minyakita Rp15.700 per liter, telur ayam ras Rp25 ribu per kilogram, dan daging ayam Rp35 ribu per kilogram.

    Untuk komoditas cabai, harga cabai rawit mencapai Rp75 ribu per kilogram, cabai merah keriting Rp50 ribu per kilogram, dan cabai merah besar Rp55 ribu per kilogram. Sementara itu, bawang merah dijual seharga Rp50 ribu per kilogram dan bawang putih Rp38 ribu per kilogram.

    Wali Kota Maidi menyatakan bahwa pasokan bahan pangan di Madiun dalam keadaan aman.

    Dalam situasi ini, baik Gubernur Khofifah maupun Wali Kota Maidi berharap masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang, tanpa khawatir akan kelangkaan atau lonjakan harga bahan pangan yang signifikan.

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang perayaan hari besar keagamaan.

    Dalam acara Tawur Agung Kesanga 2025 di Candi Prambanan, Yogyakarta, pada hari Jumat, Wapres Gibran menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan semua pihak terkait untuk memastikan pasokan BBM, elpiji, listrik, dan pangan tetap aman.

    “Bapak Presiden terus mengingatkan semua jajaran untuk memastikan ketersediaan BBM, elpiji, listrik, dan pangan dalam kondisi aman, sehingga masyarakat dapat melakukan mudik dengan nyaman,” ujar Wapres yang diikuti secara daring dari Jakarta pada hari yang sama.

    Selain memastikan pasokan kebutuhan pokok, pemerintah juga mengambil langkah strategis untuk mempermudah arus mudik. Ini termasuk pembangunan dan pengoperasian jalan tol baru, pemberian diskon tarif tol, serta penurunan harga tiket pesawat.

    “Pemerintah terus berupaya agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

    Dalam kesempatan itu, Wakil Presiden Gibran juga mengungkapkan apresiasi kepada umat Hindu yang berperan aktif dalam menjaga keseimbangan alam serta memperkuat toleransi dan persatuan di Indonesia.

    “Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Hindu yang selama ini konsisten dalam menjaga keseimbangan alam serta memelihara toleransi, persatuan, dan kerukunan,” tambahnya.

    Selanjutnya, ia mengajak seluruh masyarakat, terutama umat Hindu, untuk mendukung dan mengawasi program prioritas pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. (Red-033)