MAGETAN, Cakrayudha-hankam.com – Dalam upaya mendukung swasembada pangan nasional, Sertu Sahrudin, Babinsa Desa Kalang dari Koramil 0804/02 Plaosan, bersama UPTD Pertanian Kecamatan Sidorejo dan PPL, turun langsung ke sawah di wilayah binaan untuk melaksanakan serapan gabah petani (Sergap) pada Kamis (10/04/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dengan menetapkan harga gabah sesuai dengan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian RI, yaitu sebesar Rp 6.500 per kilogram.
Babinsa Desa Kalang dan anggota kelompok tani mendampingi para petani di wilayah tersebut, serta mengimbau mereka untuk menjual gabah mereka ke Bulog.
“Dengan adanya sosialisasi dari petugas Bulog dan Babinsa di lapangan, para petani akhirnya bersedia menjual padi mereka ke Bulog dengan HPP Rp 6.500/kg. Gabah yang diserap ini diharapkan dapat mencukupi stok pangan nasional,” ungkap Sertu Sahrudin.
Menurutnya, tujuan pemerintah dalam menerapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) adalah untuk mencapai stabilitas dan normalisasi harga di pasar. Selain itu, diharapkan dengan pelaksanaan ini, pemerintah tidak perlu lagi mengimpor beras dari luar negeri, karena kebutuhan pangan nasional dapat dipenuhi melalui pengelolaan oleh petani lokal.
Kegiatan Serapan Gabah dan Beras (Sergap) dilakukan langsung dari petani. Oleh karena itu, Babinsa di desa Kalang mengimbau seluruh rekan Babinsa untuk terjun ke lapangan, berkoordinasi, dan menginspirasi para petani agar menjual gabah mereka ke Bulog. Selain itu, mereka juga mengingatkan tengkulak di wilayah tersebut untuk membeli gabah dari petani sesuai dengan HPP yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 6.500,- per kilogram, serta mendorong mereka untuk menjual gabah tersebut ke Bulog.
“Babinsa harus turun langsung ke lapangan untuk mendata sawah-sawah petani yang akan panen. Dalam pelaksanaannya, Babinsa harus selalu berkoordinasi secara berkala,” tegas Sertu Sahrudin. (Red-033)

