Cek Kondisi Tenda Jemaah di Mina, Menag Yaqut Minta AC Ditambah

    0
    75

    Makkah,(Cakrayudha-hankam.com) – Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mendatangi kawasan Mina untuk mengecek persiapan berbagai fasilitas untuk jemaah haji Indonesia. Sejumlah permintaan disampaikan Yaqut kepada masyariq.

    Setelah kemarin meninjau fasilitas jemaah haji di Arafah, hari ini, Rabu (21/6), Yaqut memastikan tenda-tenda di kawasan Mina sudah siap. Di Maktab 50 yang akan menjadi pusat tenda misi haji Indonesia, Yaqut masuk ke tenda yang akan dipakai sebagai klinik kesehatan.

    Gus Men merasa suhu di tenda kurang dingin. Agar keluhan jemaah tidak terulang seperti tahun lalu, dia meminta pihak masyariq menambah unit mesin pendingin. Pihak masyariq menyanggupi dan akan menambah standing AC di tenda klinik.

    “Biar lebih terasa dinginnya khususnya di klinik, lebih nyaman,” ujar Gus Men kepada tim Media Center Haji, di Sektor Asia Tenggara, Mina, Rabu (21/6).

    Baik di Arafah maupun Mina, layanan jemaah haji disiapkan oleh pihak Masyariq, perusahaan penyedia layanan di Masya’ir (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) untuk jamaah haji. Masyariq merupakan pengembangan bentuk kelembagaan dari muasasah.

    Sebelum tahun 2022, penyedia layanan bagi jemaah haji Indonesia di Masya’ir dikenal dengan nama Muassasah Asia Tenggara (Muassasah Janub Syarq Asia). Saat itu, pelayanannya terbatas kepada negara-negara Asia Tenggara. Setelah menjadi perusahaan,

    Masih di tenda klinik kesehatan, Yaqut juga meminta jaminan pasokan listrik. Beberapa alat seperti ventilator atau alat bantu pernapasan membutuhkan energi listrik yang stabil dan besar. Untuk itu, pihak masyariq diminta menambah daya listrik khusus untuk klinik kesehatan.

    Saat meninjau tenda di maktab 40 yang akan dipakai jemaah haji, Yaqut minta agar kipas-kipas pendingin di tenda tidak mengarah ke bawah. Tahun lalu, Yaqut mendapatkan komplain dari jemaah yang masuk angin karena terpapar angin kipas pendingin yang diarahkan ke bawah.

    “Karena tahun lalu banyak jemaah kita di Mina ini merasa kedinginan dan tidak nyaman, masuk angin karena blower-nya mengarah ke bawah,” ungkapnya.

    Menag kemudian mengecek realisasi penambahan toilet dan meninjau dapur. Ada toilet khusus disabilitas yang disiapkan.

    “Salah satu yang paling penting toilet. Toilet per maktab nya sudah ditambah 28. Semoga ini akan dapat memperpendek antrean jemaah. Tempat wudu juga sudah baik, tinggal bagaimana panduan pemakaiannya saja kepada para jemaah nanti,” terang Menag di Mina, Rabu (21/6/2023).

    Saat berada di dapur yang akan memasak makanan bagi jemaah haji selama di Mina, Yaqut menyebut kondisi dapur baik, bersih, dan juga lebih luas dari tahun lalu.

    “Layanan konsumsi oke, enggak ada masalah saya kira. Saya sudah lihat dapurnya, bersih, luas, dan lebih dingin. Nanti makanan diantar. Jemaah tidak perlu ambil ke dapur karena akan diantar,” jelasnya.

    Menag melihat persiapan layanan di Mina sudah mencapai 99%. Menag berharap dalam dua hari ke depan, semua persiapan sudah selesai. “Mudah mudahan apa yang diberikan ini semakin memperlancar, mempermudah, dan membuat nyaman jemaah haji kita dalam menunaikan ibadahnya saat di Mina,” tandasnya.

    Perwakilan Jemaah Indonesia Cek Tenda Mina
    Sebelum kunjungan Menag, sejumlah perwakilan kloter 6 sampai dengan 13 embarkasi Medan Kualanamu (KNO) juga meninjau maktab mereka di Mina.

    Mereka sempat menyampaikan catatan soal kekurangan kasur. Selain itu, ruang di tenda dinilai terlalu sempit hingga akan menyulitkan jemaah membawa barang bawaan.

    Dalam menanggapi keluhan jemaah tersebut, Menag menekankan luasan per jemaah di tenda-tenda Arafah maupun Mina sudah melalui kajian. Ia pun berpesan jemaah tidak banyak membawa barang.

    “Kita minta jemaah enggak usah banyak-banyak barang nanti, ngapain juga bawa banyak-banyak barang. Secukupnya saja yang dibutuhkan yang dibawa. Jadi tidak perlu ada space khusus menaruh barang-barang,” tandas Menag.

    Gus Men pun kembali mengingatkan jemaah agar menjaga kesehatan dan beristirahat menjelang prosesi puncak haji yang tinggal kurang dari sepekan lagi.

    Jemaah diimbau tidak menghabiskan energi untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah, sedangkan yang wajib, yakni ibadah haji belum dilaksanakan.

    “Ritmenya dikendalikanlah, terutama KBIHU-KBIHU kita minta juga kerja sama untuk mengajak jemaahnya untuk tidak terlalu mendorong melakukan ibadah-ibadah sunnah. Kasihan,” kata Menag.

    Puncak haji akan dimulai pada 8 Zulhijah 1444 H atau 26 Juni 2023. Pada tanggal itu jemaah haji akan diberangkatkan dari Mekah menuju Arafah.

    Pada 9 Zulhijah (27 Juni), jemaah akan wukuf di Arafah. Lalu, malamnya ke Muzdalifah dan pada 10 Zulhijah atau 28 Juni jemaah sudah bertolak untuk mabit (bermalam) di Mina selama 2-3 hari dan melempar jumrah.

    Baik di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina), jemaah haji Indonesia ditempatkan di 70 maktab. Tiap maktab terdiri dari sejumlah tenda besar yang memuat sekitar 7-8 kloter.(Red)