Mengharap Berkah Bisa ke Tanah Suci Usai Antar Jemaah Haji

    0
    50

    Makassar,(Cakrayudha-hankam.com) – Sejumlah orang memadati Jalan Asrama Haji Sudiang Makassar mulai Minggu (19/6) malam. Mereka adalah para pengantar jemaah haji kelompok terbang (kloter) 40 Embarkasi Makassar asal Kabupaten Jeneponto.

    Bertumpuknya pengantar jemaah haji asal Jeneponto di Asrama Haji Sudiang Makassar tak terlepas dari adanya keyakinan berkah melihat langsung jemaah haji berangkat ke Tanah Suci, Mekkah, Arab Saudi.

    Tak sedikit masyarakat Jeneponto mempunyai keyakinan jika mengantar keberangkatan jemaah haji sebanyak tiga kali, maka orang tersebut juga bisa berangkat haji beberapa tahun ke depan.

    Salah satu pengantar jemaah haji asal Jeneponto, Hafid Dg Sila mengaku rela menempuh perjalanan sejauh 86 kilometer dengan menggunakan mobil dari kampung halamannya Desa Kalumpang, Desa Bontosunggu, Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto ke Asrama Haji Sudiang Makassar untuk mengantar sang Istri Ramlah Dg Bintang.

    Ia berangkat dari Bumi Turatea bersama sanak keluarga dan kerabat dengan menggunakan 12 unit mobil sampai di Asrama Haji Sudiang Makassar.

    “Saya antar istri (pakai) 12 mobil. Kita ke sini, tinggal di sini 6 mobil. Datang sejak 02.00 Wita, Senin (20/9),” ujarnya saat ditemui di Halaman Wisma Raudah Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (21/06/23) malam.

    Hafid bercerita banyak keluarga dan kerabatnya turut serta mengantar istrinya ke Asrama Haji Sudiang Makassar karena sudah menjadi budaya atau tradisi. Ia mengaku ada keyakinan masyarakat Jeneponto jika mengantar jemaah haji, maka dirinya ke depan juga bisa berangkat haji.

    “Keluarga rela menunggu sampai (jemaah haji) berangkat. Iya, ada budaya dan tradisi mengharumkan nama keluarga, ini keluarga besar,” sebutnya.(Red)