Menanam Harapan di Tanah Tinggi

    0
    48

    Kolaborasi Satgas TNI dan Warga Wuloni Hadirkan Pohon Kelapa Pertama di Puncak Papua

     

    PUNCAK, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keindahan pegunungan Papua, sebuah momen bersejarah telah terukir. Untuk pertama kalinya, pohon kelapa ditanam di tanah tinggi Kampung Wuloni, Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua. Inisiatif ini merupakan hasil kolaborasi yang tulus antara Satgas Pamtas RI–PNG Yonif 700/Wira Yudha Cakti melalui Pos Wuloni, bersama masyarakat dan tokoh adat setempat, pada Kamis (3/7/2025).

    Dipimpin oleh Danpos Wuloni, Lettu Inf I Made Mertiana, dan Ketua Adat Kampung Wuloni, Bapak Jatinus Murib, kegiatan ini lebih dari sekadar menanam bibit pohon; ini adalah penanaman harapan untuk masa depan yang lebih hijau, mandiri, dan sejahtera di tanah Papua.

    “Di Kabupaten Puncak ini, kami belum pernah melihat pohon kelapa tumbuh. Hari ini, kami menanamnya bersama masyarakat dengan harapan bahwa generasi mendatang dapat menikmati hasilnya,” ungkap Lettu Mertiana dengan penuh semangat.

    Penanaman ini berlangsung di bawah sinar matahari pagi yang hangat, disambut dengan senyuman dan antusiasme warga setempat. Suasana gotong royong dan kebersamaan menciptakan ikatan yang kuat antara prajurit TNI dan masyarakat, yang bersatu untuk mengembangkan kehidupan di tanah yang belum mengenal tanaman kelapa.

    Bagi masyarakat Wuloni, pohon kelapa menjadi simbol baru yang melambangkan harapan, ketahanan, dan kemajuan. Sebagai tanaman serbaguna yang dapat dimanfaatkan dari akar hingga daun, pohon kelapa diharapkan dapat menjadi penopang ekonomi dan kemandirian pangan di masa depan.

    “Selama hidup saya, baru kali ini saya melihat TNI datang menanam kelapa di sini. Ini luar biasa. Semoga penanaman ini dapat dilanjutkan di kampung-kampung lain agar tanah ini subur dan bermanfaat bagi generasi mendatang,” ungkap Bapak Jatinus Murib dengan penuh haru.

    Panglima Komando Operasi TNI (Koops TNI) HABEMA, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan penghargaan tinggi terhadap inisiatif yang dilakukan oleh prajuritnya di Wuloni. Ia menekankan bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya berfungsi sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai agen perubahan dan penggerak pembangunan berkelanjutan.

    “Menanam pohon kelapa di daerah yang belum pernah melihatnya tumbuh adalah investasi jangka panjang. Ini menunjukkan bahwa bersama rakyat, hal-hal yang sebelumnya dianggap mustahil dapat menjadi kenyataan. Kami akan terus mendukung inisiatif-inisiatif seperti ini yang memberikan harapan bagi Papua,” kata Mayjen Lucky.

    Kegiatan ini mencerminkan secara nyata dampak besar dari pendekatan humanis TNI di daerah perbatasan. Meskipun beberapa wilayah di Papua masih menghadapi tantangan dalam hal keamanan dan pembangunan, tindakan sederhana seperti menanam pohon dapat menjadi langkah awal menuju transformasi yang signifikan. Aktivitas ini tidak hanya menghidupkan lahan, tetapi juga membuka akses terhadap pangan dan memperkuat kepercayaan antara negara dan masyarakat.

    Auth.
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)