Teror di Hutan Samboga

    0
    51

    OPM Pimpinan Elkius Kobak Bantai Pekerja Kayu, Satu Tewas, Satu Kritis

     

    YAHUKIMO, Cakrayudha-hankam.com – Papua kembali berduka. Kelompok separatis bersenjata OPM Kodap XVI Yahukimo, di bawah komando Elkius Kobak, kembali menebar teror. Kali ini, dua warga sipil yang sedang mencari nafkah sebagai penebang kayu menjadi korban keganasan kelompok tersebut di Kampung Samboga, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Senin (16/6/2025).

    Insiden berdarah terjadi antara pukul 09.10 hingga 14.45 WIT, saat lebih dari tujuh anggota OPM yang membawa senjata laras panjang, busur panah, dan parang, mendatangi lokasi kerja para korban dan langsung menyerang secara brutal.

    Korban pertama, Basir alias Udin, tewas seketika dengan luka bacokan parah. Sementara rekannya, Pak De Sio, mengalami luka kritis akibat tembakan panah yang menancap di kepala dan bagian mata. Korban selamat berhasil dievakuasi ke RSUD Dekai dan saat ini dirawat intensif di ruang IGD.

    Keterangan Korban: Pelaku Adalah OPM Kodap XVI Yahukimo
    Keterangan awal dari korban yang masih sadar mengungkap bahwa para pelaku adalah anggota aktif OPM Kodap XVI Yahukimo. Nama Elkius Kobak disebut langsung sebagai tokoh sentral yang memimpin kelompok tersebut dalam serangkaian aksi teror di wilayah Yahukimo selama beberapa tahun terakhir.

    Masyarakat Bicara: Ini Teror, Bukan Perjuangan!
    Tokoh masyarakat Yahukimo, Yulius Wanimbo, mengecam keras pembunuhan yang dilakukan terhadap warga tak berdosa yang hanya berusaha menghidupi keluarga.

    “Kalau orang cari makan saja dibunuh, ini bukan perjuangan, ini teror. Papua tidak akan pernah damai kalau kekerasan terus dipelihara, ” tegasnya.

    Nada serupa dilontarkan Nataniel Mabel, tokoh adat Distrik Seradala, yang menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh lagi diam.

    “Sudah cukup! Kita harus bersatu lawan kekerasan. Tidak ada tempat untuk teror di tanah ini. Damai adalah harga mati bagi Papua, ” ujarnya lantang.

    Desakan pada Aparat dan Pemerintah: Amankan Warga, Hentikan Teror
    Masyarakat Yahukimo kini berharap besar pada aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah cepat dan tegas tanpa mengorbankan pendekatan humanis guna menjamin keselamatan warga sipil dari ancaman kelompok separatis yang makin nekat dan brutal.

    Catatan Redaksi:
    Tragedi Samboga menjadi bukti nyata bahwa OPM tidak lagi membedakan antara musuh dan rakyat biasa. Serangan terhadap pekerja sipil adalah kejahatan kemanusiaan. Ini bukan soal politik atau perjuangan, ini soal nyawa dan nyawa rakyat kecil yang justru terus menjadi korban.(Red-033)