Pimpinan OPM Mayor Wendinus Tabuni Meninggal Karena Sakit

    0
    78

    Tak Mendapat Perawatan Layak

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Berita duka datang dari Organisasi Papua Merdeka (OPM). Salah satu pemimpin senior mereka, Mayor Wendinus Tabuni, dilaporkan meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Yang mengejutkan, kematian ini diduga disebabkan oleh kelalaian kelompoknya sendiri yang tidak memberikan perawatan medis yang memadai, bahkan membiarkan sang komandan hingga menghembuskan napas terakhir pada Selasa, 10 Juni 2025.

    Informasi yang disampaikan oleh Sebby Sambom menyebutkan bahwa almarhum telah menunjukkan gejala sakit selama beberapa waktu. Namun, tidak ada tindakan serius dari pihak OPM untuk membawa Wendinus ke fasilitas kesehatan atau memberikan perawatan tradisional yang diperlukan.

    “Sangat disayangkan bahwa seorang komandan seperti Wendinus dibiarkan dalam kondisi sakit tanpa upaya penyelamatan. Ini mencerminkan kurangnya empati dan kepemimpinan dalam tubuh OPM,” kata Sebby Sambom pada Selasa (10/6/2025).

    Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, dalam pernyataannya mengakui kehilangan sosok yang sangat berarti dalam perjuangan bersenjata di Papua. Ia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian Wendinus Tabuni, namun di sisi lain, ia juga mengkritik keras kurangnya perhatian dari kelompok terhadap anggotanya.

    Kami telah kehilangan salah satu komandan lapangan terbaik kami, Mayor Wendinus Tabuni, yang telah berjuang dalam berbagai operasi selama bertahun-tahun. “Kematian beliau adalah pukulan berat bagi kami semua, terutama karena ia tidak mendapatkan perawatan yang seharusnya,” ungkap Sebby Sambom.

    Ia menambahkan bahwa insiden ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi struktur komando OPM untuk lebih memperhatikan kemanusiaan dalam memperlakukan sesama pejuang. “Perjuangan bukan hanya tentang senjata, tetapi juga tentang solidaritas. Kita tidak boleh membiarkan pejuang kita menderita dan mati perlahan karena sakit,” tegasnya.

    Kepergian Wendinus Tabuni juga mengguncang struktur kepemimpinan di Kodap III Ndugama Derakma. Beberapa anggota dilaporkan mulai merasa bingung mengenai arah gerakan, mengingat Wendinus selama ini merupakan sosok yang dihormati dan menjadi penggerak utama dalam kegiatan kelompok. (Red-033)