TNI Gagalkan Lagi Penyelundupan 48,54 Kg Sabu di Perairan Dumai

    0
    69

    Selamatkan Ratusan Ribu Jiwa dari Bahaya Narkoba

     

    DUMAI, Cakrayudha-hankam.com – Prajurit TNI kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu. Tim Fleet One Quick Response (F1QR) dari Pangkalan TNI AL (Lanal) Dumai berhasil menyita sabu seberat 48,54 kilogram yang berasal dari jaringan internasional di Malaysia. Barang bukti yang diperkirakan bernilai Rp72,81 miliar tersebut ditemukan dalam dua tas ransel hitam yang dibuang oleh pelaku di perairan Kuala Parit Paman, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai.

    Operasi ini dimulai dari laporan intelijen pada Rabu (4/6) mengenai rencana penyelundupan narkoba melalui perairan Dumai. Menanggapi laporan tersebut, Komandan Lanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris segera mengerahkan tim gabungan yang terdiri dari personel laut, Patkamla RBB, speedboat, dan Sea Rider 85, serta tim darat untuk melakukan penyekatan di pesisir Pantai Mundam. Tim kemudian mendeteksi pergerakan mencurigakan dari sebuah speedboat yang melaju dengan lambat.

    Ketika didekati, kapal pelaku melakukan manuver zig-zag dan menabrak kapal patroli TNI AL, menyebabkan haluannya pecah dan tenggelam. Meskipun menghadapi perlawanan, tim tetap melanjutkan pengejaran hingga pelaku terlihat membuang dua tas ke laut sebelum melarikan diri.

    Tim F1QR melakukan pencarian intensif dan berhasil menemukan dua tas ransel hitam yang berisi 44 bungkus sabu. Hasil uji laboratorium dari Bea Cukai Dumai mengonfirmasi bahwa semua bungkusan tersebut mengandung methamphetamine. Selain itu, sebuah speed boat tanpa nama yang dilengkapi dengan tiga mesin Yamaha 200 PK juga ditemukan dalam keadaan kosong di Sungai Kadur, dan diduga kuat milik pelaku. Saat ini, identitas dan keberadaan pelaku masih dalam proses pengejaran intensif oleh tim gabungan.

    Dalam konferensi pers yang diadakan di Mako Lanal Dumai pada Selasa (10/6), Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris menyatakan bahwa operasi ini menunjukkan efektivitas Tim F1QR dalam menangani ancaman lintas negara. “TNI AL melalui Tim Fleet One Quick Response Lanal Dumai berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 48,54 kilogram dari jaringan internasional asal Malaysia. Barang bukti ini ditemukan di perairan Kuala Parit Paman setelah dibuang oleh pelaku saat pengejaran,” tegasnya.

    Dalam pernyataannya di Cilangkap pada Selasa, 10 Juni 2025, Kepala Pusat Penerangan TNI (Kapuspen TNI) Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi mengungkapkan penghargaan dari pimpinan TNI atas keberhasilan operasi yang dilakukan oleh TNI AL. “Panglima TNI memberikan penghargaan kepada Tim F1QR Lanal Dumai atas keberhasilan mereka dalam menggagalkan penyelundupan sabu dari jaringan internasional ini,” ujarnya.

    Operasi ini tidak hanya menunjukkan profesionalisme dan kecepatan respons prajurit TNI AL, tetapi juga berhasil menyelamatkan ratusan ribu generasi bangsa dari ancaman narkoba. Kami menegaskan komitmen TNI untuk terus bekerja sama dengan semua instansi dalam menciptakan sikap nol toleransi terhadap kejahatan narkotika di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

    Keberhasilan ini diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 242.700 jiwa dari bahaya narkoba. TNI AL berkomitmen untuk terus menjaga kedaulatan laut Indonesia dari berbagai bentuk kejahatan, termasuk penyelundupan narkotika, sejalan dengan Asta Cita Presiden RI dan sesuai dengan Visi PRIMA (Profesional, Responsif, Integratif, Modern, Adaptif) Panglima TNI. (Puspen TNI/Red-033)