Klarifikasi Megawati Zebua Anggota DPRD Sumut

    0
    82

    Diduga Cekik Pramugari Gegara Koper, Cuma Suruh Geser

     

    SUMATERA UTARA, Cakrayudha-hankam.com – Megawati Zebua, anggota DPRD Sumatera Utara, memberikan klarifikasi terkait viralnya kabar yang menyebutkan bahwa ia terlibat cekcok dan mencekik pramugari Wings Air.

    Insiden tersebut terjadi saat Megawati hendak terbang dari Bandara Gunungsitoli menuju Kualanamu Internasional pada 13 April 2025.

    Megawati membantah tuduhan bahwa ia telah mencekik pramugari tersebut.

    “Video yang beredar dan menyatakan saya mencekik pramugari itu tidak benar. Saya hanya meminta pramugari untuk bergeser agar penumpang lain bisa masuk,” ungkap Megawati dalam wawancara di DPRD Sumut pada Selasa (15/4/2025), seperti dilansir dari Kompas.com.

    Ia menjelaskan bahwa ia berusaha membantu seorang pria tua yang ingin agar tasnya tidak dimasukkan ke dalam bagasi, karena pria tersebut akan transit ke Padang.

    “Menunggu barang di bagasi bisa memakan waktu satu jam, dan ada kemungkinan dia ketinggalan pesawat sehingga tiketnya hangus. Itulah sebabnya saya meminta bantuan kepada pramugari,” tambah Megawati.

    Namun, pramugari tersebut tetap bersikeras bahwa koper itu sudah dilabeli dan tidak dapat dibawa ke dalam kabin,” ujarnya.

    Perdebatan pun terjadi.

    Seorang penumpang yang duduk di belakangnya merekam insiden tersebut, dan video itu menjadi viral di media sosial.

    Kronologi Versi Wings Air

    Insiden ini bermula ketika Megawati Zebua merasa kesal karena pramugari meletakkan kopernya di bagian belakang pesawat.

    Menanggapi kejadian ini, Wings Air mengumumkan akan mengambil langkah hukum terkait tindakan Megawati Zebua.

    Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Wings Air, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada 13 April 2025.

    Saat itu, pesawat bersiap untuk terbang dari Gunungsitoli menuju Kualanamu Internasional. MZ duduk di kursi 19F dan membawa koper yang telah dilabeli sebagai bagasi tercatat ke dalam kabin pesawat.

    Sesuai dengan prosedur keselamatan dan standar operasional, Danang menjelaskan bahwa awak kabin (pramugari) meminta agar koper tersebut dimasukkan ke dalam bagasi kargo di bagian belakang pesawat.

    Namun, pelanggan yang bersangkutan (MZ) menunjukkan sikap tidak kooperatif dengan menolak instruksi, berusaha melepas label bagasi, dan tidak mengikuti arahan dari awak kabin meskipun telah diberikan penjelasan secara persuasif, ungkap Danang.

    Ketika dilakukan pendekatan lebih lanjut, MZ malah melakukan tindakan fisik dengan mendorong dan mencengkeram salah satu pramugari, tambahnya.

    Danang melanjutkan bahwa tindakan tersebut segera dilaporkan kepada Pilot in Command (PIC) dan kemudian kepada petugas ramp, yaitu tim operasional darat yang bertanggung jawab atas kesiapan pesawat dan keselamatan penumpang di bandara.

    Tim ramp segera berkoordinasi dengan AVSEC (Aviation Security), dan MZ diturunkan dari pesawat untuk penanganan lebih lanjut.

    Pihaknya menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh penumpang serta awak pesawat adalah prioritas utama.

    Ia mengimbau dan mewajibkan seluruh pelanggan untuk mematuhi ketentuan yang berlaku selama berada di area bandar udara dan di dalam kabin pesawat, termasuk aturan bagasi, keselamatan, dan instruksi dari awak kabin.

    “Setiap bentuk pelanggaran dan tindakan yang mengganggu keselamatan penerbangan akan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tuturnya.

    Sosok Megawati Zebua

    Megawati Zebua (47) merupakan Anggota DPRD Sumatera Utara selama dua periode 2019-2024 dan 2024-2029 yang mewakili daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara VIII meliputi Kabupaten Nias, Nias Selatan, Nias Barat, dan Kota Gunungsitoli.

    Politisi dari Partai Golkar itu pada Pemilu 2024 mendapatkan 19.883 suara di dapil Sumatera Utara VIII.

    Sedangkan di periode pertama 2019-2024, Megawati Zebua menjadi Anggota DPRD Sumatera Utara berkat perolehan 27.897 suara.

    Dilansir dari laman lezen.id, terlihat profil serta rekam pendidikan hingga organisasi Megawati Zebua.

    Megawati Zebua merupakan lulusan STM swasta di Kota Gunungsitoli pada 1996 silam.

    Wanita berusia 47 tahun itu tinggal di Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

    Megawati Zebua juga memiliki beberapa riwayat kursus dan diklat selama menjadi politisi.

    Biodata Megawati Zebua:

    Tempat Lahir: Gunung Sitoli, Nias.

    Usia: 47 Tahun

    Jenis Kelamin: Perempuan

    Tempat Tinggal: Nias Selatan

    Agama: Kristen Protestan

    Status Perkawinan: Sudah

    RIWAYAT PENDIDIKAN

    STM Swasta Gunungsitoli (1993-1996)

    RIWAYAT PEKERJAAN

    Anggota DPRD Prov. Sumatera Utara (2019-2024)

    RIWAYAT ORGANISASI

    Wakil Bendahara DPD Golkar Sumut (2020 -2024)

    RIWAYAT KURSUS DAN DIKLAT

    Konsolidasi Nasional partai Golkar tahun 2022 dan Bimtek PP Tahun 2024 Bagi Anggota DPRD Partai Golkar Seluruh Indonesia (2022)

    Rakornis Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sumbagut dan Bimtek Legislatif Partai Golkar (2023)

    Bimtek FPG DPRD Provinsi dan Kab/Kota se-Sumatera Utara strategi pemenangan pemilu pileg dan pilpres tahun 2024 (2022).

    RIWAYAT PENGHARGAAN

    BPIP RI (2022)

    Diduga Aniaya Pramugari

    Megawati Zebua menjadi sorotan di media sosial karena beredar video yang memperlihatkan dugaan aksi penganiayaan terhadap pramugari oleh seorang wanita di dalam pesawat.

    Penumpang perempuan yang cekcok dengan pramugari itu disebut mirip dengan Anggota DPRD Sumut, Megawati Zebua (MZ).

    “Anggota DPRD Sumut tersebut mencekik pramugari karena tidak bersedia kopernya diletak di belakang,” tertulis di dalam unggahan.

    Dalam video yang diunggah akun X (dulu Twitter) @neVerAl0nely pada Senin (14/4/2025), tampak seorang wanita mengenakan kaus putih terlibat keributan dengan pramugari.

    Ia diduga mendorong dan mencekik pramugari lantaran tak terima koper miliknya diletakkan di kompartemen belakang.

    “DIDUGA ANGGOTA DPRD PROVINSI SUMATERA UTARA atas nama MZ MENDORONG dan MENCEKIK PRAMUGARI krn tidak bersedia kopernya diletak di belakang. Sangat tidak mencerminkan diri sbg wakil rakyat. Dan memang ibu ini SANGAT AROGAN,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.

    Dalam video berdurasi singkat itu, pramugari berseragam merah tampak mencoba menjelaskan dengan tenang. Namun, wanita yang disebut-sebut sebagai MZ tetap menunjukkan sikap emosional hingga akhirnya terlibat kontak fisik dengan sang pramugari.

    Insiden ini sempat membuat penumpang lain heboh. Salah satu kru kabin bahkan harus turun tangan untuk melerai pertikaian yang terjadi.

    Diduga, kemarahan MZ dipicu oleh kebijakan penempatan koper yang tidak sesuai dengan keinginannya.

    Ia terlihat mengomeli pramugari sambil membawa tas.

    Selanjutnya, ia kemudian tampak mendorong dan mencoba mencekik pramugari tersebut hingga sang pramugari hampir terjatuh.

    “Awaslah kau aku mau duduk, udah selesai, kau yang memperpanjang,” ucap wanita yang diduga MZ itu dalam video, dilansir dari Tribunmedan.com.

    Sesaat setelah berkata demikian, ia terlihat mendorong dan mencengkeram bagian leher pramugari.

    Seorang pria berbaju hitam, yang diduga merupakan petugas bandara, langsung mencoba melerai dan terlihat menggunakan handy talkie untuk menghubungi seseorang.

    Video ini juga turut beredar di Instagram dengan narasi serupa: “Anggota DPRD Sumut tersebut mencekik pramugari karena tidak bersedia kopernya diletak di belakang.”(Red-033)