Sebut Pelaku Curanmor Bukan Warganya

    0
    84

    Sasar Surabaya Karena Dianggap Sejahtera

     

    SURABAYA, Cakrayudha-yudha.com – Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, menegaskan bahwa tingginya angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Surabaya bukan disebabkan oleh warga setempat, melainkan oleh pelaku dari luar kota yang menargetkan Surabaya karena dianggap sebagai kota yang makmur.

    Pernyataan ini disampaikan dalam program Semanggi Suroboyo “Halalbihalal On The Air” di Radio Suara Surabaya pada Jumat (11/4/2025), sebagai tanggapan atas pertanyaan pendengar mengenai keamanan kota.

    “Pelaku pencurian bukanlah warga Surabaya. Warga kami tenang, sementara pelaku berasal dari luar daerah. Oleh karena itu, saya selalu mengingatkan agar warga Surabaya tetap waspada,” kata Eri Cahyadi pada Jumat pagi.

    Ia juga menambahkan bahwa meningkatnya kasus curanmor di Kota Pahlawan dipengaruhi oleh faktor ekonomi. “Kenapa ini terjadi? Karena kondisi ekonomi. Surabaya sejahtera dan memiliki banyak kendaraan, sehingga menjadi sasaran,” jelas Eri.

    Meskipun demikian, Eri menyatakan bahwa Surabaya saat ini belum dapat dikategorikan sebagai daerah darurat pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Namun, ia tetap mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap diri sendiri dan barang-barang mereka, terutama mengingat bahwa modus operandi para pelaku semakin canggih.

    “Saya tidak bisa mengatakan bahwa Surabaya dalam keadaan darurat curanmor. Ketika terjadi pencurian, yang terpenting bagi saya adalah menjaga barang-barang saya,” ujarnya.

    Eri juga mengungkapkan bahwa ia telah mendiskusikan masalah curanmor secara khusus dengan Kapolda Jawa Timur, Kapolrestabes Surabaya, dan Dandim. Salah satu langkah yang sedang dipersiapkan adalah penguatan pengawasan di area perbatasan kota.

    “Saya telah menyampaikan kepada Pak Kapolda bahwa, Insya Allah, perbatasan-perbatasan tersebut akan dijaga. Akan ada pos penjagaan di perbatasan dengan Gresik, Sidoarjo, dan Madura, rencananya seperti itu, Pak Kapolda,” jelasnya.

    Eri juga memuji tindakan tegas Kombes Pol. Luthfie Sulistiawan, Kapolrestabes Surabaya, yang dinilainya sangat berkomitmen dalam memberantas pelaku pencurian kendaraan bermotor dengan pendekatan yang keras.

    “Pak Kapolres itu, menurut saya, sangat bersemangat dalam menangkap pelaku. Setiap minggu, selalu ada orang yang ditangkap, bahkan ada yang ditembak,” ujarnya.

    Namun, Eri mengingatkan bahwa keamanan kota tidak bisa sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat kepolisian. Oleh karena itu, ia mendorong masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga lingkungan, salah satunya dengan menutup akses keluar-masuk kampung menggunakan portal dan melibatkan warga dalam sistem keamanan mandiri.

    “Saya sudah menyampaikan kepada Pak Kapolres agar semua kampung ditutup dengan portal. Selanjutnya, saya akan berkoordinasi dengan para RT/RW untuk menentukan cara menjaga keamanan. Tentu saja, perlu ada biaya untuk menjaga keamanan tersebut,” tambahnya.

    Eri juga mengajak warga untuk lebih disiplin dalam menjaga kendaraan pribadi mereka. Ia menekankan bahwa masih banyak kasus pencurian yang terjadi akibat kelalaian pemilik saat memarkir motor secara sembarangan atau tanpa pengamanan ganda.

    “Pak Kapolres telah melakukan upaya luar biasa bersama seluruh anggotanya. Sekarang, tanggung jawab ada di tangan kita. Sebagai warga Surabaya yang dilindungi oleh Pak Kapolres demi keamanan kota ini, kita tidak bisa hanya mengandalkan Pemkot,” tutupnya. (Red-033)