AGAM, (Cakrayudha-hankam.com) – Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir lahar dingin dan tanah longsor yang menerjang sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar), Sabtu (11/5/2024) lalu, menjadi 59 orang. Hal itu sesuai data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Rabu (15/5/2024).
“Korban meninggal dunia tercatat 59 orang, sementara korban hilang sebanyak 16 orang. Selain itu, untuk keluarga terdampak berjumlah 1.543 KK dan 33 orang mengalami luka-luka,” tulis keterangan Basarnas.
Sejauh ini, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provensi Sumbar masih terus melakukan pengkajian dan pemutakhiran data. Menyusul masih dilaksanakannya proses pencarian dan evakuasi korban.
Di sisi lain, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, pemerintah menyiapkan sejumlah solusi menyusul dampak kerusakan yang diakibatkan dari bencana tersebut. Solusi tersebut, diantaranya perbaikan jalur transportasi, modifikasi cuaca, hingga opsi relokasi rumah.
Selanjutnya, kata Letjen TNI Suharyanto, dilakukan pengerahan alat berat untuk membantu menormalisasi kondisi dan pembersihan material banjir dan longsor di area permukiman. Ia juga mendorong agar terus dilakukan pendataam terhadap rumah, yang mengalami kerusakan baik rusak berat, rusak sedang, dan rusak ringan.
“Juga dilakukan pendataan kerusakan mulai dari rumah, fasos, fasum agar bisa segera ditindaklanjuti untuk diperbaiki. Dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang,” ucap Letjen TNI Suharyanto. (**)
Sumber: rri.co.id

