4 SMA yang Lulusannya Banyak Lolos ke Akpol-Akmil dan Dapat Adhi Makayasa

0
520

JAKARTA, Cakrayudha-hankam.com — Banyak lulusan SMA dan SMK di Indonesia yang bercita-cita menjadi anggota TNI atau Polri, dengan mendaftar ke institusi pendidikan seperti Akademi Kepolisian (Akpol), Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), dan Akademi Angkatan Udara (AAU).

Namun, untuk bisa diterima di lembaga pendidikan TNI dan Polri tersebut, dibutuhkan kesiapan yang matang, baik dari segi akademik maupun fisik. Persiapan ini perlu dilakukan jauh sebelum proses seleksi dimulai.

Di antara sekian banyak SMA di Indonesia, terdapat tiga sekolah menengah atas yang dikenal memiliki jumlah lulusan tertinggi yang berhasil masuk ke Akpol dan Akmil. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang meraih Adhi Makayasa, penghargaan tertinggi bagi taruna TNI dan Polri yang meraih prestasi akademik dan non-akademik terbaik di angkatannya.

Tahun 2025 ini, dari delapan penerima Adhi Makayasa, tujuh di antaranya merupakan lulusan dari SMA Taruna Nusantara, SMA Krida Nusantara, dan SMA Pradita Dirgantara.

Sekolah Non-Kedinasan, Tapi Lulusannya Unggul di TNI dan Polri
Meski ketiga sekolah tersebut bukanlah institusi pendidikan kedinasan TNI atau Polri, lulusannya terbukti mampu bersaing dan banyak yang sukses menembus akademi militer dan kepolisian.

Menariknya, para alumni dari ketiga sekolah ini tidak hanya melanjutkan ke jalur TNI atau Polri. Banyak juga yang memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), kuliah ke luar negeri, hingga merintis karier sebagai pengusaha atau bekerja di sektor profesional lainnya.

Faktor utama yang membuat ketiga sekolah ini unggul adalah sistem pembelajaran berbasis asrama yang menggabungkan kurikulum akademik — termasuk kurikulum internasional — dengan pelatihan fisik dan kedisiplinan, menjadikannya sebagai pilihan ideal bagi siswa yang bercita-cita menjadi abdi negara.

3 SMA dengan Lulusan Terbanyak di Akmil dan Akpol
Berdasarkan data dari masing-masing sekolah, SMA Taruna Nusantara, SMA Krida Nusantara, dan SMA Pradita Dirgantara secara konsisten mengirim banyak lulusannya ke Akmil, Akpol, AAL, dan AAU setiap tahun. Sejak tahun 1996, tak sedikit dari alumni ketiga sekolah ini yang meraih penghargaan Adhi Makayasa, membuktikan kualitas pendidikan dan pembinaan yang diterapkan.

Berikut profil dari masing-masing SMA yang lulusannya banyak lolos ke Akpol dan Akmil, atau AAU dan AAL serta biaya sekolahnya yang telah dirangkum Kompas.com pada Rabu, (6/8/2025).

1. SMA Krida Nusantara
Alumni SMA Krida Nusantara baru saja menerima Adhi Makayasa 2025. Sosok itu ialah Muhammad. Afridzal Muchlis, yang merupakan angkatan ke-23. Selain dirinya,masih banyak taruna Akmil, Akpol, AAU dan AAL yang berprestasi.

Dari angkatannya, tercatat ada tujuh siswa berprestasi di bidang militer dan kepolisian.Tercatat ada 106 lebih lulusannya diterima perguruan tinggi kedinasan seperti Akmil dan Akpol.

SMA ini berdiri pada tahun 1996 yang diprakarsai H. Karnaen Sukarnaprawira. SMA ini memadukan tiga unsur pokok yaitu IPTEK, IMTAQ dan Karya serta yang menjadi peserta didiknya berasal dari seluruh pelosok tanah air Indonesia.

SMA Krida Nusantara memiliki tiga kelompok mata pelajara. Pertama, Kelompok mata pelajaran umum sepenuhnya menggunakan kurikulum nasional, kedua, kelompok keterampilan fungsional dan ketiga yaitu kelompok pendidikan agama dikembangkan tersendiri dalam bentuk kurikulum muatan lokal dan didasari dengan kedisiplinan menjadi kekhasan SMAT-KN.

Biaya sekolah SMA Krida Nusantara
Saat ini biaya resmi masuk SMA Krida Nusantara hanya bisa diperoleh saat siswa lolos seleksi. Namun pada PPDB tahun 2025/2026 ada Biaya Tes Seleksi sebesar Rp 3.345.000.

Namun pada seleksi tahun-tahun sebelumnya, siswa akan membayar biaya sekolah meliputi uang pangkal, seragam, dan ada pula biaya layanan laundry selama satu tahun.

Sementara, biaya sekolah pada tahun 2023/2024 seperti ini:
– Uang Pangkal: Rp 49.500.000
– Pakaian Seragam: Rp 6.850.000
– Biaya SPP: Rp 3.900.000
– Pembukaan 2 Buku Rekening BRI: Rp 1.250.000
– Laundry untuk 1 tahun: Rp 2.200.000
Perlu diingat, biaya tersebut bisa saja pada tahun ini naik. karena itu orangtua dan siswa harus lebih aktif mencari informasi pada call center SMA Krida Nusantara untuk tahun pendaftaran yang dibuka.

2. SMA Taruna Nusantara
Pada laman resmi SMA Taruna Nusantara, ada 75 lulusannya meraih Adhi Makayasa mulai tahun 1996-2024. Namun kini bertambah lagi, ada empat alumninya meraih Adhi Makayasa tahun 2025.

Yakni Alim Bimo Pratowo dari Akmil, Menanda Putra Duta dari AAL, dan Muhammad Malik Aditya Kurniawan serta Fathan Putra Rifito dari Akpol.

SMA ini merupakan SMA tertua dari kedua SMA yang disebutkan. Sejarahnya, ide sekolah ini muncul dari Jenderal LB Moerdani pada tanggal 20 Mei 1985 di Pendopo Agung Taman Siswa Yogyakarta. Ia memiliki visi luhur, yakni untuk membangun sekolah yang mendidik manusia – manusia terbaik dari seluruh Indonesia dan menghasilkan lulusan yang dapat melanjutkan cita-cita para Proklamator.

Ide ini diteruskan dengan menandatangani nota kesepakatan antara TNI dan Taman Siswa, yang merupakan organisasi kependidikan pertama di Indonesia, untuk membuat suatu lembaga bernama Lembaga Perguruan Taman Taruna Nusantara (LPTTN).

SMA TN diresmikan oleh Pangab (Panglima Angkatan Bersenjata) saat itu, Jenderal Tri Sutrisno pada tahun 1990.

SMA Taruna Nusantara sudah memiliki banyak lokasi sekolah cabang.Mulai Malang, Cimahi, Pagar Alam, dan masih banyak lagi.

Biaya Sekolah SMA Taruna Nusantara
Jalur Iuran Sekolah (IS)

Siswa yang diterima melalui jalur Iuran Sekolah akan membayarkan sejumlah komponen pembiayaan, termasuk:

Uang pangkal: Rp 50 juta (dibayarkan satu kali saat diterima).
Uang komite sekolah: Rp 1 juta (dibayarkan satu kali saat diterima).
Iuran uang sekolah atau SPP: Rp 5 juta per bulan (dibayar paling lambat pada tanggal 5) selama masa pendidikan di SMA Taruna Nusantara.
Sumbangan sukarela: Siswa yang diterima melalui jalur ini dibebaskan dari Uang Kontribusi Khusus, tetapi tetap diwajibkan untuk membayar sumbangan sukarela sesuai dengan kemampuan finansial mereka (dibayarkan satu kali saat diterima).
2. Jalur Beasiswa (BS)

Untuk jalur beasiswa, hanya terdapat komponen sumbangan sukarela yang dibayarkan satu kali saat diterima, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Siswa yang diterima melalui jalur beasiswa akan dibebaskan dari beberapa komponen biaya, seperti Uang Pangkal, Uang Komite Sekolah, Uang Kontribusi Khusus, dan Biaya Operasional Pendidikan.

Meskipun demikian, siswa yang berhasil diterima lewat jalur Beasiswa di SMA Taruna Nusantara tetap diharuskan membayar sumbangan sukarela sesuai dengan kemampuan mereka.

3. Jalur Kontribusi Khusus (KK)

Siswa yang diterima melalui jalur kontribusi khusus akan dikenakan sejumlah komponen biaya, termasuk:

Uang Pangkal: Rp 50 juta (dibayarkan satu kali saat diterima).
Uang Komite Sekolah: Rp 1 juta (dibayarkan satu kali saat diterima).
Uang Kontribusi Khusus: Rp 125 juta (dibayarkan satu kali saat diterima).
Biaya operasional pendidikan atau SPP: Rp 5 juta per bulan selama pendidikan
Sumbangan sukarela: Sumbangan sukarela sesuai kesanggupan finansial (dibayarkan satu kali saat diterima)
Harap diperhatikan, persyaratan dan rincian biaya masuk tersebut mengacu pada informasi penerimaan siswa baru SMA Taruna Nusantara tahun pelajaran 2024/2025, sehingga Anda harus memperbarui informasi saat mendaftar di tahun ajaran 2025/2026.

3. SMA Pradita Dirgantara
Tahun ini, dua lulusannya meraih Adhi Makayasa 2025. Mereka adalah Evan Basith Reswara dan Axel Fahreza Adiatama.

SMA ini berdiri tahun 2018, dan diprakarsai oleh Panglima TNI saat itu, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan almarhum Prof. Dr. Ing. BJ Habibie, melalui Yayasan Ardhya Garini (Yasarini). Sekolah ini mengusung konsep pesantren dan menyediakan fasilitas serta beasiswa untuk siswanya.

SMA Pradita Dirgantara diprakarsai oleh Panglima TNI saat itu, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan almarhum Prof. Dr. Ing. BJ Habibie, melalui Yayasan Ardhya Garini (Yasarini). Sekolah ini mengusung konsep pesantren dan menyediakan fasilitas serta beasiswa untuk siswanya.

Pada laman resminya, pada tahun 2021 ada 23 alumni diterima ke Akpol, AAU dan AAL.

Biaya sekolah SMA Pradita Dirgantara
Untuk tahun akademik 2025/2026, khusus bagi calon siswa yang mendaftar lewat jalur reguler, ada biaya sekolah per bulan yang harus dibayarkan.

Biaya sekolah yang wajib dibayarkan bagi siswa yang mendaftar di jalur reguler SMA Pradita Dirgantara yakni:
1. DOP (Dana Operasional Pendidikan/SPP): Rp 6.425.000 per siswa per bulan
2. DSP (Dana Sumbangan Pendidikan)/Uang Pangkal: Rp 50.000.000 per siswa
3. Biaya Seragam
– Putra: Rp 6.000.000
– Putri: Rp 6.200.000
Selain jalur reguler, ada jalur prestasi yang bisa dipilih calon siswa. Jika memilih jalur prestasi saat masuk SMA Pradita Dirgantara, ada bantuan biaya pendidikan yang memberikan potongan 50 persen bagi calon siswa yang memenuhi kriteria.

Pada pendaftaran tahun ajaran 2025/2026, calon siswa yang diterima di jalur ini hanya 30 siswa saja. Berikut rincian biaya sekolah SMA Pradita Dirgantara untuk jalur prestasi:
– Uang pangkal setelah diskon menjadi Rp 25 juta
– SPP/DOP setelah diskon menjadi Rp 3,3 juta.
Demikian informasi ketiga SMA di Indonesia yang lulusannya banyak diterima di Akpol, Akmil, dan instansi lain seperti AAU, AAL dan dapat Adhi Makayasa.(Red-033)