13.000 Pecalang Adat di Bali Tegaskan Tolak Ormas

    0
    191

    DENPASAR, Cakrayudha-hankam.com – Gelar Agung Pacalang diselenggarakan pada Sabtu, 17 Mei 2025, di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala, Denpasar. Acara ini dihadiri oleh 13 ribu pecalang yang berasal dari 1.500 desa adat.

    Dalam kesempatan tersebut, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) atau Bendesa Agung Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menyampaikan sebuah sembrama wacana. Sukahet menjelaskan bahwa deklarasi penolakan terhadap organisasi masyarakat (ormas) dari luar Bali dilakukan karena belakangan ini muncul preman yang menyamar sebagai anggota ormas.

    “Preman yang berkedok ormas ini muncul secara sporadis dengan narasi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, Pasikian Pecalang Bali mengambil inisiatif untuk menyatukan sikap,” ungkap Sukahet.

    “Tujuan kami adalah untuk bersatu dan menyatakan komitmen, meskipun ada berbagai masalah dan meskipun mereka tidak menerima insentif gaji, semangat mereka untuk mengabdi tetap kuat,” tambahnya.

    Terkait insentif bagi pecalang, Sukahet menyatakan bahwa ia telah berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Bali.

    “Semoga Pak Gubernur dan Wakil Gubernur saat ini sangat mendukung budaya adat Bali, terutama peran pecalang,” tambahnya.

    Di sisi lain, Sekretaris Jenderal Pasikian Pecalang Bali, Ngurah Pradnyana, menyatakan bahwa acara ini merupakan manifestasi dari tekad bulat pecalang Desa Adat se-Bali.

    “Yang hadir adalah seluruh pecalang dari 1.500 desa adat di Bali. Dari konfirmasi yang kami terima hingga pagi ini, jumlah yang hadir mencapai lebih dari 13.000, termasuk pecalang perempuan,” ungkap Ngurah.

    Terkait insentif, Ngurah menekankan bahwa Pasikian Pecalang Bali sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pecalang desa adat di Bali.

    Pasalnya, para pecalang berperan sebagai semeton yang sifatnya ngayah, tanpa menerima gaji, insentif, atau bentuk kompensasi lainnya.

    “Kami belum tahu kapan hal itu akan terwujud, semoga secepatnya jika memang ada. Semua tergantung pada pihak yang akan memberikan. Hingga saat ini, belum ada komunikasi mengenai hal tersebut,” jelasnya.

    Rata-rata sikap para pecalang yang hadir pada acara Deklarasi menunjukkan antusiasme dan semangat yang tinggi. “Kami menampung aspirasi mereka dan mengundang mereka ke sini untuk menyampaikan pendapatnya. Waktu yang kami miliki di sini sangat terbatas,” ujarnya menutup pernyataan.(Red-033)