Warga Protes Teknis PPDB DKI Bikin Ruwet

    0
    71

    Anak Berprestasi Malah Tak Dapat Jatah

     

    Jakarta,(Cakrayudha-hankam.com) – Koalisi Kawal Pendidikan Jakarta (KOPAJA) melakukan aksi penyampaian pendapat di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat.

    Mereka memprotes proses seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang tak bisa menampung seluruh calon pelajar di Ibu Kota.

    Perwakilan Kopaja, Ubaid Matraji mengaku mendapat laporan ada pelajar yang tak lolos PPDB jalur prestasi.

    Namun orang yang prestasinya tak berjenjang justru lolos melalui jalur tersebut.

    “Jadi mereka ada yang mentok di jalur prestasi. Kemudian, ada banyak prestasi yang tidak berjenjang kemudian tiba-tiba dapat jatah, anak-anak yang berprestasi tidak bisa,” kata Ubaid kepada wartawan, Selasa (20/6).

    Ubaid mengakui setiap tahunnya proses PPDB selalu dirumitkan masalah teknis. Padahal, pendidikan merupakan hal wajib yang perlu Pemprov DKI sediakan untuk semua warganya.

    “Intinya kami orang tua ini selalu diajak debat soal teknis. Sudah daftar jalur prestasi belum, sudah daftar jalur zonasi belum. Jadi itu adalah teknis yang dibikin sedemikian ruwet untuk menutupi tanggung jawab yang tidak ditunaikan,” ujar Ubaid.

    Proses PPDB
    Sebagai informasi, pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2023 untuk wilayah DKI Jakarta dibuka pada Senin (12/6).

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat mengatakan, seleksi ini dibuka serentak untuk jenjang SD, SMP, SMA, atau SMK di Ibu Kota.

    “Pelaksanaan PPDB di 2023 ini kami lakukan secara online. Jadi bisa dilakukan dari rumah masing-masing. Itu dimulai pada hari ini Senin, 12 Juni 2023 dan nanti akan selesai pada tanggal 7 Juli 2023,” kata Syaefuloh di Gedung Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jakarta Selatan, Senin (12/6).

    Informasi PPDB dan proses pendaftarannya dapat diakses melalui laman ppdb.jakarta.go.id.

    Syaefuloh menjelaskan, daya tampung dalam PPDB 2023 untuk jenjang SD sebanyak 92.716 kursi, SMP 70.207 kursi, SMA 27.932 kursi, dan SMK 19.379 kursi.

    Adapun untuk jalur penerimaan, terdapat empat jalur PPDB, yaitu jalur prestasi, afirmasi, zonasi, dan pindah orang tua.

    “Jalur prestasi yang dimulai pada hari ini untuk jenjang SMP, SMA, dan SMK. ini diperuntukkan untuk adik-adik kita para peserta didik yang berprestasi, baik itu dari sisi akademik maupun nonakademik,” ujar Syaefuloh.

    Kemudian, untuk yang jalur afirmasi, diberikan untuk anak dari keluarga tidak mampu atau penyandang disabilitas dengan syarat memiliki Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

    Lalu, untuk jalur zonasi, diberikan bagi para peserta didik dapat bersekolah dekat dengan rumahnya. Maka dari itu, jalur ini diprioritaskan bagi peserta didik yang satu RT dengan sekolah, tinggalnya di RT yang berdampingan atau berdekatan dengan RT sekolah, atau diperluas ke zonasi kelurahan.

    “Kemudian jalur yang keempat adalah jalur pindah orang tua. Ini juga kami memberikan kesempatan bagi para peserta didik yang orang tuanya pindah dari luar kota ke Jakarta kami berikan kesempatan untuk bisa mengikuti PPDB Jakarta,” tambah Syaefuloh.(Red)