Warga Dupak Nilai Permintaan Maaf Puskesmas Hanya Formalitas

    0
    408

    Keluarga Korban Tempuh Jalur Laporan ke Pemkot dan Dinkes

    SURABAYA, Cakrayudha-hankam.com – Kepala Puskesmas Dupak mendatangi kediaman keluarga pasien yang meninggal dunia usai diduga tidak mendapatkan penanganan optimal dalam kondisi gawat darurat. Kunjungan ini turut didampingi oleh Lurah Dupak, serta Ketua RT dan RW setempat, (18/06/2025)

    Kehadiran rombongan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan permintaan maaf. Namun, permintaan itu dinilai oleh keluarga korban dan warga sebagai bentuk formalitas semata tanpa itikad penyelesaian konkret.

    Ketegangan sempat muncul ketika RW setempat menyatakan siap membantu keluarga korban kapan pun dibutuhkan. Namun, pernyataan tersebut langsung dikoreksi oleh Ketua RT yang menyatakan bahwa dalam kasus kedaruratan medis, seharusnya pihak puskesmas yang bertanggung jawab penuh, bukan warga atau perangkat lingkungan.

    Joko, suami dari almarhumah, mengaku sangat kecewa dengan penanganan yang diterima istrinya. Ia menyebut bahwa keterlambatan dan sikap saling lempar tanggung jawab menjadi faktor utama meninggalnya sang istri.

    Sementara itu, Ketua Paguyuban Warga Dupak Bangunrejo menyebut permintaan maaf dari pihak puskesmas hanyalah pengulangan dari pola lama yang kerap terjadi setiap kali insiden serupa muncul.

    “Kami sudah terlalu sering mendengar janji dan permintaan maaf semacam ini, tapi tidak pernah ada perubahan sistemik yang nyata,” ujarnya.

    Atas dasar itu, pihak keluarga dan paguyuban warga menyatakan akan melaporkan kejadian ini secara resmi ke Pemerintah Kota Surabaya, Dinas Kesehatan, serta mengadukan ke anggota DPRD setempat guna mendapatkan keadilan dan perbaikan sistem layanan kesehatan di wilayah mereka.(Red-056)