Wapres Gibran Kunjungi Keluarga Korban KMP Tunu Pratama Jaya

    0
    67

    BANYUWANGI, Cakrayudha-hankam.com – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka mengunjungi keluarga korban kecelakaan Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di Pelabuhan Ketapang, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (6/7/2025).

    Saat kunjungan itu, Wapres berbusana kemeja putih lengan panjang.

    Ia didampingi Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan beberapa pejabat lintas sektor.

    Seperti dilansir media ini, ketika kunjungan tersebut, Gibran tampak memperhatikan layar yang menjelaskan mengenai operasi pencarian korban kapal tenggelam.

    Lantas, ia menuju posko tempat keluarga korban menginap di Pelabuhan Ketapang.

    Setelah itu, ia mengunjungi posko Basarnas yang berada di Pelabuhan Ketapang.

    Namun, dalam kesempatan kunjungan itu, Wapres Gibran tak memberikan keterangan pada awak media yang menunggu di lokasi tersebut.

    Sementara itu, informasi mengenai operasi pencarian korban dijelaskan oleh Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI (Purn) Ribut Eko Suyatno.

    “Kita sudah dapat arahan dan evaluasi dari datum kemarin dengan menunggu hasil data dari kapal KRI Fanildo (kapal pemburu ranjau) dan tim ekspert dari hidrografi untuk menjadi lebih jelas lagi,” ujar Ribut kepada awak media, Minggu (6/7/2025).

    Ia mengatakan, dalam waktu bersamaan dengan pemrosesan data, KRI Fanildo akan menuju lokasi untuk membantu proses pencarian KMP Tunu Pratama Jaya.

    “Kemudian paralel juga para penyelam menyiapkan alat peralatan dan kondisi mental mereka,” tambahnya.

    Ribut membeberkan, di antara 22 penyelam yang rencananya dikerahkan, tidak semua dapat terjun.

    “Untuk jumlah penyelam, dari yang 22, sudah di-medical check up, ada beberapa yang tidak bisa kita turunkan sebagai penyelam, mungkin akan menjadi tenaga pendukung. Kemudian dari TNI AL ada tambahan 15 orang. Jadi 22 tambah 15,” paparnya.

    Ia mengungkap akan ada penurunan kapal tender untuk membantu upaya penyelaman, juga akan ada tambahan kekuatan juga dari gugus keamanan laut.

    Selain itu, penyisiran dengan kapal masih berjalan, via udara juga masih dilakukan meski intensitas dikurangi.

    Ribut juga mengungkapkan operasi ini didukung pemerintah daerah dengan menyediakan rumah sakit untuk proses identifikasi jenazah apabila operasi SAR berhasil menemukan korban kembali.

    KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam
    Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya rute Ketapang Banyuwangi, Jawa Timur menuju Gilimanuk, Bali, tenggelam di perairan Selat Bali, Rabu (2/7/2025) pukul 22.56 WIB, sekitar 25 menit setelah lepas jangkar.

    Berdasarkan keterangan tertulis yang diterima redaksi dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi Banyuwangi, Kamis (3/7), kronologi kecelakaan berawal dari kapal menuju ke Gilimanuk pada Rabu (2/7) pukul 22.56 WIB.

    Kemudian, pukul 23.20 WIB terjadi di-stress (kapal dalam situasi atau keadaan bahaya).

    Lantas, pada pukul 23.35 WIB, kejadian kapal tenggelam terlihat dari petugas jaga Syahbandar. Setelah itu, upaya penyelamatan pun dilakukan.

    Pada pencarian hari pertama, petugas gabungan di lapangan berhasil mengevakuasi puluhan korban kapal tenggelam.

    “Dari pencarian hari pertama ini, kami berhasil mengevakuasi 35 orang dengan kondisi selamat 29 orang, dalam kondisi meninggal ada 6 orang,” ungkap Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Laksda (Purn) Ribut Eko Suyatno, Kamis (3/7).

    Menurut penjelasannya, berdasarkan data jumlah penumpang atau manifes, KMP Tunu Pratama Jaya mengangkut 53 orang penumpang dan 12 kru kapal.

    Berdasarkan perkembangan terbaru, pada Sabtu (5/7/2025), tim SAR gabungan berhasil mendeteksi objek bawah laut yang diduga kuat sebagai KMP Tunu Pratama Jaya.

    “Di titik lokasi, mereka bisa mengidentifikasi adanya objek di bawah air yang patut diduga bahwa itu adalah kapal yang kita cari,” ungkap Deputi Operasi SAR dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksda (Purn) Ribut Eko Suyatno dalam konferensi pers, Sabtu (05/07/2025).

    Dari 65 manifes KMP Tunu Pratama Jaya, 30 di antaranya dinyatakan selamat, dan 6 orang ditemukan meninggal dunia, sementara 29 lainnya masih belum ditemukan.(Red-033)