Wakil Ketua PDM Surabaya: Aksi Spotic Adalah Laboratorium Kader Muhammadiyah yang Tangguh

0
87

Surabaya || Cakrayudha-hankam.com – Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Drs. H. Marjuki, M.A., memberikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya Aksi Spotic 2026. Ia menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan instrumen penting dalam pembentukan karakter kader Muhammadiyah sejak dini.

Dalam pantauannya di lokasi acara, H. Marjuki menyoroti tiga nilai utama yang menjadi fondasi kesuksesan Aksi Spotic tahun ini, yakni :
Pertama, Sportivitas sebagai Sarana Dakwah,
Bagi Muhammadiyah, kompetisi adalah bagian dari dakwah. H. Marjuki menekankan pentingnya menanamkan mentalitas juara yang rendah hati dan daya juang yang tidak mudah menyerah.

“Anak-anak yang menang tidak boleh berbangga hati secara berlebihan, dan yang kalah harus memiliki keberanian untuk bangkit melanjutkan kariernya. Inilah kader Muhammadiyah yang asli; menang tak bangga, kalah tak putus asa,” ujarnya, Minggu (11/1/2026).

Kedua, Ajang Silaturahmi Keluarga Besar,
Aksi Spotic menjadi momentum bertemunya ribuan siswa dari berbagai sekolah Muhammadiyah di Surabaya. Marjuki berharap perbedaan sekolah tidak menjadi sekat, melainkan menjadi penguat ikatan kekeluargaan. Melalui ajang ini, anak-anak diharapkan bisa saling berkomunikasi, bertemu, serta saling asah, asih, dan asuh sebagai satu keluarga besar Muhammadiyah Surabaya.

Ketiga, Laboratorium Penggalian Potensi,
Marjuki mengibaratkan Aksi Spotic sebagai sebuah laboratorium pendidikan. Di sinilah potensi siswa disemai dan dibina oleh para pendamping hingga menjadi sosok juara yang mampu mengharumkan nama organisasi dan daerah.

Ia pun juga memuji rekam jejak siswa-siswi SD Muhammadiyah di Surabaya, seperti SD Muhammadiyah 4 (Mudipat) dan sekolah lainnya, yang telah terbukti mampu menembus seleksi hingga tingkat internasional.

“Ini adalah harapan besar kami di PDM Surabaya. Semoga melalui laboratorium Spotic ini, lahir generasi yang membanggakan tidak hanya di Surabaya dan Jawa Timur, tapi juga di kancah internasional,” pungkasnya.(red-git)