Wagub Lira Jatim: Walikota dan Wakil, Pemerintahan kota Pasuruan Adalah Jangkar Pembangunan Daerah

0
65

Pasuruan || Cakrayudha_hankam.com – Wakil Gubernur Lira Jatim, Ayik Suhaya, SH., menegaskan Asisten Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat memiliki peran vital sebagai jangkar pemerintahan di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Hal itu disampaikan Ayik Suhaya saat melihat banyak stand/kios yang terbengkalai, salah satunya stand pedagang pasar poncol kota Pasuruan. Jum’at (3/7/26).

Menurut Ayik Suhaya, pemerintahan ibarat kapal besar yang tengah berlayar mengarungi samudera pembangunan. Ada riak hingga gelombang besar yang harus dihadapi, namun kapal harus mampu berlabuh dengan selamat di tujuan yang telah ditetapkan.

“Oleh karena itu sebagai jangkar pemerintahan daerah, Asda Pemerintahan dan Kesra perlu berkomitmen kuat menjaga laju pembangunan agar sampai pada visi-misi yang telah ditetapkan,” ujar Ayik.

Ia menekankan, asisten pemerintahan segera mengevaluasi dan koordinasi kepada OPD-OPD terkait untuk menyelesaikan persoalan strategis serta mendukung program prioritas Pemerintahan Kota Pasuruan.

Ayik Suhaya, SH., mencontohkan tantangan penanggulangan kemiskinan dan stunting yang memerlukan desain kebijakan matang. Sebagai jangkar, para asisten pemerintahan dituntut mampu merumuskan strategi yang efektif.

“Publik hari ini masih banyak yang miskin. Maka asisten pemerintahan dan kesra dapat membuat desain untuk menjadi menjadi guideline untuk menangani stunting, menurunkan kemiskinan, mengembangkan peran kecamatan, kelurahan, dan urusan lainnya,” jelasnya.

Ayik Suhaya menegaskan bahwa setiap pemimpin harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai tantangan.

“Tugas pemimpin, hal ini Walikota dan Wakil Walikota, dimana mengacu pada RPJMD dan visi misi saat kampanye pencalonan saja. Sehingga kebijakan-kebijakan dalam penerapan rida/sistem pemerintahan benar-benar berjalan baik setingkat Sekda, Asisten, OPD, Camat dan Lurah harus sama-sama dapat mewujudkan yang tidak mungkin. Semuanya harus bergerak agar dapat menarik investor masuk ke kota dan membuka lapangan kerja demi kesejahteraan perekonomian secara menyeluruh. Jangan hanya 3D Datang, Duduk, Duit saja,” pungkasnya (Red/RCM)