Antisipasi Wabah Cacar Monyet, Koarmada III Sosialisasikan Pencegahan 

    0
    112
    Koarmada III melalui Dinas Kesehatan Koarmada III melakukan sosialisasi peningkatan dan pencegahan wabah Monkeypox atau cacar monyet kepada para prajurit dan ASN di lingkup Koarmada III, bertempat di Gedung Serbaguna Mas Pardi Mako Koarmada III, Katapop Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Senin (26/8/2024). [Foto: tnial.mil.id]

    SORONG, (Cakrayudha-hankam.com) – Komando Armada (Koarmada) III melalui Dinas Kesehatan Koarmada III melakukan sosialisasi peningkatan dan pencegahan wabah Monkeypox atau cacar monyet kepada para prajurit dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Koarmada III, bertempat di Gedung Serbaguna Mas Pardi Markas Komando (Mako) Koarmada III, Katapop Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Senin (26/8/2024).

    Kepala Dinas Kesehatan Koarmada III Kolonel Luat (K) dr. Benny Kristyantoro, Sp.U. mengatakan, penyakit cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh monkeypox virus, sama seperti penyakit cacar lainnya. Maka, penyakit cacar monyet ditandai dengan gejala berupa bintil-bintil berair di kulit.

    “Seiring dengan meningkatnya kasus cacar monyet di Indonesia, kami meningkatkan kewaspadaan,” kata Benny.

    Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung oleh Kasubdis Kesum Diskes Koarmada III Letkol Laut (K) dr. Indra Wijayanto, SpB. dengan pemapar materi Letda Laut (K) dr. Yudhistira dimana dijelaskan, penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus.

    “Penyebaran virus dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi,” jelas Yudhistira.

    Lebih lanjut dijelaskan oleh dr. Yudhistira, bahwa virus cacar monyet memiliki masa inkubasi antara 1 hingga 14 hari sebelum menimbulkan gejala.

    Diharapkan, setelah mendapatkan penjelasan yang baik dari Tim Kesehatan Koaramada III, seluruh prajurit dan ASN lebih memahami dan tidak menjadikan situasi ini sebagai sumber kepanikan, tetapi justru meningkatkan kewaspadaan bersama. (Red-050)

     

    Sumber: tnial.mil.id