Viral Rekaman Jeda Live Instagram, Staf Medsos Wali Kota Surabaya Minta Maaf dan Mundur: Publik Pertanyakan Makna “Epok-Epok Keliling”

0
310

Surabaya, Cakrayudha-hankam.com – Sebuah rekaman siaran langsung (live streaming) dari akun resmi media sosial milik Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mendadak menjadi perbincangan publik setelah potongan video jeda live tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial, Minggu (2/10/2025).

Dalam video yang beredar, terdengar percakapan di balik layar antara staf media sosial yang tampaknya lupa mematikan mikrofon usai sesi live Epok-Epok Keliling. Salah satu suara perempuan terdengar berkata, “Lek kayak gitu, Mat. Ini kan videone bagus, simpen dulu ae. Nek besok-besok hujan bisa dipakai, epok-epok keliling.”

Kalimat itu kemudian ramai ditafsirkan oleh warganet sebagai indikasi bahwa kegiatan lapangan Wali Kota Surabaya hanya sebatas konten media sosial. Istilah “epok-epok keliling” yang digunakan secara santai tersebut pun memicu beragam reaksi publik.

Beberapa warga menilai, kejadian ini menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali sejauh mana kegiatan lapangan kepala daerah benar-benar mewakili kerja nyata bagi masyarakat.

“Termasuk selama ini yang sering kita lihat di konten Pak Wali turun ke lapangan, masyarakat jadi bertanya-tanya, apakah kegiatan itu murni kerja untuk rakyat atau hanya pencitraan semata,” ujar salah satu warga Surabaya yang enggan disebutkan namanya.

Ia juga menyayangkan video rekaman internal tersebut sampai beredar luas. “Sangat disayangkan sampai viral. Apalagi ini bisa menimbulkan persepsi yang kurang baik terhadap kinerja pemerintah kota,” tambahnya.

Tak lama setelah video viral, staf media sosial yang bersangkutan langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui unggahan pribadi dan menyatakan mundur dari posisinya.

“Dengan penuh penyesalan, saya ingin menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada seluruh masyarakat, kepada semua pihak yang merasa terganggu, dan terutama kepada Bapak Wali Kota yang selama ini telah memberikan kepercayaan kepada saya,” tulisnya.

Dalam pernyataan itu, ia menegaskan bahwa kejadian tersebut murni kelalaian pribadi dan tidak mewakili sikap maupun kebijakan Wali Kota Surabaya.
“Saya menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, dan sebagai bentuk tanggung jawab moral, saya menyampaikan pengunduran diri saya dengan penuh kesadaran dan penyesalan,” tulisnya menutup pernyataan tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Kota Surabaya belum memberikan keterangan resmi terkait insiden yang viral tersebut.(red-git)