Viral Pekerja Bongkar Amunisi Pakai Palu dan Betel

    0
    102

    Di Tengah Ledakan Amunisi Garut Jabar

     

    GARUT, Cakrayudha-hankam.com – Sebuah video yang menjadi viral menunjukkan interaksi antara warga dan anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sedang membongkar amunisi. Video tersebut beredar di media sosial melalui akun @kr1t1p3d45_new dan dilansir oleh tribun-timur.com pada Selasa (13/5/2025).

    Video ini berjudul “Proses Pembongkaran Bahan Peledak Sebelum Kejadian Ledakan Dahsyat”. Dalam rekaman tersebut, beberapa pria terlihat secara paksa membuka mortir dan ranjau menggunakan palu dan betel. Mortir dan ranjau tampak tersusun rapi, dan mereka juga terlihat berkomunikasi satu sama lain.

    Hingga saat ini, belum ada kepastian mengenai apakah mereka adalah korban dari insiden ledakan amunisi kadaluarsa yang terjadi di Garut, Jawa Barat, pada Senin (12/5/2025). Pihak Mabes TNI juga belum memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan terkait video viral ini. Berbagai media masih berupaya untuk mengonfirmasi situasi ini dengan Mabes TNI.

    13 Orang Tewas dalam Ledakan Amunisi di Garut
    Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Wahyu Yudhayana menginformasikan bahwa 13 orang telah meninggal dunia akibat ledakan amunisi yang terjadi di Garut, Jawa Barat.

    Di antara korban yang tewas, terdapat Kepala Gudang Pusat Amunisi 3 Pusat Peralatan TNI AD, Kolonel Cpl. Antonius Hermawan. Dalam konferensi pers yang diadakan pada Senin (12/5/2025), Wahyu menyatakan, “Empat orang yang meninggal adalah anggota TNI Angkatan Darat, termasuk Kolonel Cpl. Antonius Hermawan dan Kepala Seksi Administrasi Pergudangan, Mayor Cpl. Anda Rohanda.”

    Wahyu juga menambahkan bahwa dua anggota lainnya dari Gudang Pusat Amunisi 3 Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat yang meninggal adalah Kopda Eri Triambodo dan Pratu Aprio Seriawan.

    Selain empat anggota TNI AD, sembilan korban lainnya adalah masyarakat sipil, yaitu Agus bin Kasmin, Ipan bin Obur, Anwar, Iyus bin Inon, Iyus Rizal bin Saepuloh, Totok, Dadang, Rustiawan, dan Endang.

    TNI Angkatan Darat menyampaikan rasa belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas korban ledakan amunisi yang terjadi di Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, Garut. “Sebagai perwakilan TNI Angkatan Darat, saya ingin memulai penjelasan ini dengan ungkapan duka cita yang mendalam bagi semua korban, baik dari TNI Angkatan Darat maupun masyarakat sipil,” kata Wahyu. Saat ini, semua korban yang meninggal telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Direktur RSUD Pameungpeuk, Lulu Fahrizah Balqis, menginformasikan bahwa terdapat 13 jenazah yang saat ini berada di rumah sakit tersebut.

    “Jenazah telah dimasukkan ke dalam kantong-kantong jenazah. Beberapa dalam kondisi utuh, sementara yang lain sudah terpecah-pecah,” ujarnya dalam siaran KompasTV. Ia juga menambahkan bahwa pihak rumah sakit telah menerima identitas dari 13 jenazah tersebut dan mendapatkan bantuan dokter forensik dari satuan TNI yang berada di lokasi. “Untuk korban yang mengalami luka-luka, kami belum menerima laporan. Jarak dari rumah sakit ke Cibalong sekitar 6 km,” tambahnya. Keluarga korban mulai berdatangan ke rumah sakit untuk proses identifikasi.

    Dedi Duha, salah satu korban, menginformasikan bahwa saudaranya saat ini sudah dirawat di RSUD. “Kami sedang menunggu, katanya almarhum akan diautopsi terlebih dahulu,” ujar Dedi saat dihubungi oleh TribunJabar.id di Garut.

    Dedi mengaku belum mengetahui secara rinci mengenai kronologi kejadian ledakan tersebut. Namun, ia menyebutkan bahwa saat ini, sejumlah anggota keluarga korban berkumpul di RSUD Pameungpeuk. Menurut Dedi, total korban mencapai 13 orang, dan semuanya kini telah berada di rumah sakit.

    “Ada 13 orang korban, kami belum tahu kronologinya karena masih dalam keadaan panik. Mohon doakan untuk Kang Rush (korban) semoga mendapatkan husnul khatimah,” tambahnya.

    Berikut adalah nama-nama korban yang meninggal dalam insiden ledakan di Garut:
    Kolonel Cpl Antonius Hermawan, ST., MM.

    Mayor Cpl Anda Rohanda

    Kopda Eri Priambodo

    Pratu Apriyo Hermawan

    Sdr. Agus Bin Kasmin.

    Sdr. Ipan Bin Obur.

    Anwar Bin Inon.

    Sdr. Iyus Ibing Bin Inon.

    Sdr. Iyus Rizal Bin Saepuloh.

    Sdr. Toto

    Sdr. Dadang.

    Sdr. Rustiawan.

    Sdr. Endang.

    Penjelasan dari Mabes TNI
    Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen Kristomei Sianturi, mengonfirmasi bahwa warga sering mengambil logam sisa dari pemusnahan amunisi yang sudah tidak terpakai. “Setelah peledakan, biasanya masyarakat datang untuk mengumpulkan sisa-sisa ledakan, seperti serpihan logam, tembaga, atau besi yang berasal dari granat dan mortir,” jelas Kristomei.

    Namun, ada kalanya bom yang belum meledak masih tersisa. Akibatnya, ketika warga mendekat, mereka bisa terkena ledakan susulan. Kristomei menekankan bahwa aktivitas ini memang umum dilakukan oleh masyarakat setiap kali ada pemusnahan amunisi yang sudah kadaluarsa. “Kami akan menyelidiki lebih lanjut mengapa hal ini bisa terjadi, sehingga mungkin ada ledakan kedua atau detonator yang belum meledak sebelumnya, yang menyebabkan ledakan susulan saat masyarakat mendekat,” tambahnya.

    Namun, Kristomei menegaskan bahwa itu masih merupakan dugaan awal. Dia menjelaskan bahwa TNI sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan penyebab yang sebenarnya. “Tetapi itu masih dugaan awal,” kata Kristomei. (Red-033)