Viral, Ivan Sugianto Foto dengan Pamen TNI, Kapuspen Angkat Bicara

    0
    93

    SURABAYA, Cakrayudha-hankam.com – Media sosial X diramaikan dengan sosok Ivan Sugianto yang berfoto dengan perwira menengah (pamen) Tentara Nasional Indonesia (TNI) di dalam mobil.

    Foto tersebut kemudian dianggap warganet sebagai bentuk backing dari TNI kepada Ivan yang merupakan pengusaha diskotek asal Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

    Dalam foto yang diunggah akun @Nggd****, Kamis (14/11/2024), Ivan terlihat duduk bersama seorang pamen TNI di bangku tengah mobil.

    Tampak juga seorang pria berbaju putih yang melakukan swafoto dan satu prajurit TNI yang duduk di kursi kemudi.

    Bersamaan dengan beredarnya foto di media sosial, Ivan ditangkap jajaran Polrestabes Surabaya di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jatim pada Kamis (14/11/2024), atas kasus persekusi anak.

    Lantas, benarkah ada pamen TNI yang membekingi Ivan? Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Hariyanto buka suara terkait tudingan ini.

    Benarkah pamen TNI membekingi Ivan Sugianto? Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Hariyanto mengatakan, pamen TNI yang tampak di dalam foto tidak mempunyai hubungan bisnis dengan Ivan.

    Menurut jenderal TNI bintang dua tersebut, foto Ivan bersama pamen TNI diambil pada 18 September 2024.

    Hubungan antara pamen TNI dan Ivan hanyalah sahabat. Hariyanto menegaskan, keduanya sudah bersahabat sejak lama.

    Sekitar 11 November 2024, kasus Ivan viral dikaitkan dengan adanya foto dalam kendaraan, di mana Ivan berfoto dengan seorang perwira menengah TNI,” ujar Hariyanto dikutip dari laman resmi TNI.

    Hariyanto menambahkan, tidak ada bentuk backing yang dilakukan Pamen TNI terhadap Ivan, seperti dikatakan warganet.

    “Hanya teman biasa, nggak ada hubungan bisnis apalagi backing,” tambahnya.

    Warganet sebut Ivan Sugianto yang ditangkap polisi adalah palsu. Selain tudingan ada keterlibatan TNI, warganet juga dibuat curiga dengan sosok laki-laki yang ditangkap jajaran Polrestabes Surabaya.

    Hal tersebut bermula ketika polisi menangkap Ivan di Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur pada Kamis (14/11/2024) sore.

    Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, Ivan ditangkap setelah polisi melakukan gelar perkara terkait kasus persekusi yang dilakukan olehnya.

    “Soal katanya itu pakai stuntman, itu pakai orang-orangan, atau apa, silakan, yang pasti kami sudah laksanakan tugas, dia (Ivan Sugianto) sudah ditahan di Polrestabes Surabaya,” sambungnya.

    PPATK blokir rekening Ivan Sugianto
    Pada hari yang sama saat Ivan ditangkap, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengonfirmasi bahwa pihaknya telah memblokir rekening milik pengusaha diskotek ini.

    Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, pemblokiran juga dilakukan terhadap rekening klub hiburan malam Valhalla Spectaclub Surabaya yang diduga dimiliki oleh Ivan.

    Rekening Ivan dan pihak-pihak terkait terdeteksi sebelumnya adanya aktivitas ilegal, TPPU (tindak pidana pencucian uang), ujar Ivan seperti dikutip media ini dari Kompas TV, Kamis.

    Langkah PPATK memblokir rekening pribadi dan klub malam milik Ivan kemudian diapresiasi oleh Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

    Sahroni mengatakan, PPATK sudah mengambil langkah cepat untuk menelusuri aliran uang mencurigakan.

    Jika PPATK sudah bertindak, kata Sahroni, hampir dipastikan memang terdapat kejahatan keuangan yang dilakukan Ivan.

    Ya, jadi kita tahu sekarang, selain kelakuannya yang buruk, dia juga mencari uang dari dugaan aktivitas ilegal, ujarnya dikutip media ini dari Antara, Jumat.

    Jadi dari sekarang saya minta aparat penegak hukum, polisi, jaksa, untuk bersiap menindaklanjuti hasil analisis dari PPATK tersebut, tandasnya mengakhiri perbincangan bersama awak media.(Red)