Bandar Lampung || Cakrayudha_hankam.com – Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali erupsi dan menyemburkan abu vulkanik setinggi 200 meter di atas puncak (sekitar 357 meter di atas permukaan laut) dengan kolom berwarna kelabu hingga hitam.
Status aktivitas gunung ditetapkan pada Level III (Siaga) dan Level II (Waspada) di mana nelayan serta wisatawan dilarang mendekat.
Berbagai hasil himpunan informasi yang di dapatkan tim redaksi Cakrayudha-hankam.com Petugas Pemantau Gunung Anak Krakatau di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Andi Suwardi, mengatakan visual letusan yang beredar di media sosial bukan merupakan kondisi terkini.
“Video yang beredar itu hoaks atau bukan menggambarkan kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini. Aktivitas erupsi yang terjadi sekarang tidak seperti yang terlihat dalam video tersebut,” kata Andi, dilansir dari media regional.kompas.com. Sabtu (04/07/2026).
Andi menjelaskan, dari hasil pemantauan di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, erupsi terakhir terjadi pada hari Jumat (03/07/2026), sekitar pukul 15.00 WIB.
“Hingga Sabtu siang, belum kembali terpantau adanya aktivitas erupsi.” Pungkasnya (Red)

