Viral! Ciri-ciri Mega Wanita Misterius yang Jemput Vina Cirebon Sebelum Terjadi Pembunuhan

    0
    198

    Cirebon,(Cakrayudha-hankam.com) – Kasus pembunuhan Vina Cirebon dan Eky semakin menyedot perhatian publik.

    Terlebih setelah Pegi Setiawan menang di sidang praperadilan dan bebas dari status tersangka.

    Namun ada kabar terbaru datang dari kakak kandung Vina Cirebon, Marliyana.

    Marliyana mengungkapkan sosok wanita misterius yang menjemput sang adik sebelum terjadi pembunuhan pada tahun 2016 silam.

    Kakak kandung Vina Cirebon tersebut mengungkap sosok misterius tersebut disebut-sebut bernama Mega.

    Marliyana menyebut, selama ini Mega belum pernah dipanggil dan dimintai keterangan pihak kepolisian terkait kasus pembunuhan Vina dan kekasihnya, Eky.

    Hal itu disampaikan Marliyana dalam tayangan Kompas TV, Rabu (10/7/2024).

    “Jadi adik saya keluar dari saya, seingat saya, selesai azan isya. Dia datang ke sini sama temennya minta uang,” ungkap Marliyana.
    “Dia cuma bilang temannya Mega, karena yang turun saat itu cuma satu orang.”

    Marliyana mengaku tidak mengingat secara jelas ciri-ciri fisik Mega.

    Sebab, selama ini Marliyana tidak banyak mengenal teman-teman adiknya.

    Ia menyebut, sebelum dibunuh, Vina sempat berpamitan dan mengatakan hendak menemui Eky kekasihnya.

    “Cuma kan saat itu gelap, gak begitu kelas mukanya itu. Adik saya cuma bilang namanya Mega,” ujarnya.

    “Saya bilang ‘kamu malam minggu mau keluar? Kan Eky di Majalengka’. Dia bilang ‘ini juga mau ketemuan’.”

    “Tapi pokoknya keluar rumah sama Mega.”

    Selain Mega, ada satu sosok lagi yang turut menjemput Vina kala itu.

    Namun, Marliyana tidak mengetahui nama dan ciri-ciri fisik wanita misterius tersebut.

    Ia hanya mengetahui ciri fisik Mega yang memiliki tubuh gemuk.

    “Yang turun motor cuma satu orang, satu orang lagi nunggu di motor.”

    “Kalau fisik, Mega itu agak sedikit gemuk. Yang satunya lagi itu kurus,” imbuhnya.

    Menurut Marliyana, Mega belum pernah dipanggil maupun diperiksa polisi terkait kasus Vina.

    Minimnya informasi membuat Marliyana tak dapat mendesak polisi untuk mengejar sosok Mega.

    Namun, ia berharap, Polda Jabar dapat segera mengungkap misteri kematian adiknya yang sudah berlalu 8 tahun.

    “Enggak sih (diperiksa polisi), karena saya belum tahu orang mana. Itulah yang saya bilang, saya informasinya minim karena saya enggak tahu menahu tentang teman-teman dia yang di luar,” kata dia.

    “Penginnya saya polisi mencari karena keluar dari rumah sama Mega. Ke mananya berarti dia yang tahu.”

    Hanya Tersisa 1 Percakapan di Ponsel Vina
    Marliyana mengatakan hanya ada satu percakapan atau chat yang tersisa di ponsel Vina seusai diambil dari Polsek Talun, tiga hari setelah pembunuhan.

    Menurut Marliyana, ponsel tersebut awalnya tak dapat digunakan lantaran layar terkunci.

    “Nah waktu HP sudah di tangan saya, HP-nya belum bisa saya buka karena terkunci layar, sehingga saya minta tolong ke ponakan.”

    “Sebab, ponakan ini yang setiap hari tidur bareng Vina jadi dekat gitu, sehingga tahu kunci layar HP Vina,” ucapnya.

    Setelah berhasil membuka ponsel Vina, Marliana mendapati hanya ada kontak keluarga di dalamnya.

    Ia menduga ada pihak yang sengaja menghapus percakapan dan kontak di ponsel Vina.

    “Setelah berhasil dibuka, saya lihat kontak di HP-nya itu hanya ada kontak keluarga, gak ada kontak yang lain.”

    “Dan BBM pun, saat itu masih hits kan, di dalam BBM itu hanya ada satu chattingan dan chattingannya itu tersisa chat yang dua hari lalu (sebelum kejadian).”

    “Jadi kalau chat di BBM itu sepertinya ada yang menghapus juga. Nomor kontak juga seperti ada yang menghapus,” jelas dia.

    Marliana mengatakan, ponsel Vina kembali diambil polisi beberapa hari setelah dipegang pihak keluarga.

    Ponsel tersebut dijadikan barang bukti terkait kasus vina.

    “Terus setelah ada di tangan saya selama dua-tiga hari, barulah diambil oleh polisi katanya untuk barang bukti (BB).”

    “Dan sampai saat ini HP pun belum kembali ke tangan keluarga, masih ada di pihak kepolisian,” katanya.

    Kuasa Hukum Vina Beberkan Peran Mega dan Temannya

    Raden Reza Pramadia, kuasa hukum keluarga Vina membeberkan peran dua wanita pada malam kejadian Vina menghembuskan nafas terakhir.

    Kata Reza Pramadia kedua wanita itu naik sepeda motor untuk menjemput Vina.

    Perempuan pertama berperan menjemput Vina di rumah sedangkan perempuan lainnya, bertugas menunggu di motor.

    “Pada malam kejadian itu Vina dijemput oleh 2 orang.”

    1 menunggu di motor dan 1 lagi turun menjemput Vina,” ucapnya dilihat TribunnewsBogor.com dalam tayangan TvOne, Kamis (11/7/2024).

    Reza Pramadia melanjutkan, kedua perempuan yang menjemput Vina memanfaatkan kelengahan keluarga.

    Keluarga Vina Cirebon masih berduka sehingga keluarga tidak sadar Vina pergi.

    “Pada saat itu memang tidak ada yang kenal 2 orang tersebut,” jelasnya.

    “Pada malam kejadian itu di rumah keluarga lagi ada yang meninggal, jadi tidak fokus Vina pergi ke mana,” sambungnya.

    Reza Pramadia meminta agar polisi segera menemukan pelaku sesungguhnya.

    “Kami berharap kepada pihak Kepolisian, tolong pelaku yang sebenarnya yang ditangkap,” tuturnya.

    Reza Pramadia pun berharap Kepolisian menemukan 3 DPO.

    “Kami berharap 3 DPO itu ditemukan, biar tidak terjadi kegaduhan di masyarakat,” bebernya.

    Di bagian lain, Pengacara Pegi Setiawan, Toni RM juga sempat mempertanyakan mengenai dua sosok perempuan ini ke Marliana.

    “Vina disamperin oleh dua perempuan, yang satu gemuk yang satu kurus.”

    “Saya pernah konfirmasi atas kontennya bang Uya ke kakaknya Vina, Marliana,” ungkap Toni RM, Minggu (30/6/2024).

    Toni syok lantaran Marliana membocorkan informasi mengejutkan.

    Memang benar Vina dijemput oleh dua wanita sebelum tewas.

    “(Kata Toni ke Marliana) ‘mba, apakah benar Vina sebelum kejadian itu dijemput oleh perempuan’. (Kata kakak Vina) ‘oh iya benar, (Vina dijemput) sebelum isya’,” imbuh Toni RM.

    Toni RM membocorkan identitas wanita yang menjemput Vina Cirebon.

    Namun hanya satu wanita yang namanya diingat Marliana sedangkan wanita yang satu lagi hanya diingat cirinya saja.

    “Menurut kakaknya Vina, Vina menjelaskan saat itu yang menjemput namanya Mega. Tapi (nama) yang satunya enggak tahu,” pungkas Toni RM.

    Toni pun meyakini bahwa dua wanita tersebut tahu persis insiden tewasnya Vina.

    “Kalau berdasarkan teori kriminologi, mengungkap tindak pidana itu kan selain dari HP dan CCTV, bisa juga melalui orang yang menjemput Vina.

    Ternyata di sini (putusan pengadilan), tidak ada peristiwa Vina dijemput sebelum kejadian,” ungkap Toni RM.

    Karenanya, Toni curiga jika wanita bernama Mega tahu apa penyebab Vina meregang nyawa bersama Eky.

    “Vina dijemput habis isya, jam 9 setengah 10 kan kejadian. Berarti yang namanya Mega ini tahu persis kejadian. Ini harus dicari (Mega),” ujar Toni.

    Iptu Rudiana Didesak Muncul ke Publik

    Di sisi lain, Ayah Eky, Iptu Rudiana, akhir-akhir ini juga banyak didesak untuk muncul ke publik.

    Pasalnya, salah satu terduga pelaku, yakni Pegi Setiawan, kini telah bebas dari status tersangka dalam kasus pembunuhan ini.

    Kuasa hukum Pegi, Toni R.M., menyebut bahwa Iptu Rudiana sebagai saksi kunci dalam kasus ini.

    “Bagi saya Iptu Rudiana itu saksi kunci, ya. Jadi Iptu Rudiana ini, yang pada saat diamankan pelaku itu kan oleh Rudiana, ya,” kata Toni seperti dilansir media ini dari YouTube Kompas TV, Jumat (12/7/2024).

    “Itu tertuang, baik di dalam BAP (berita acara pemeriksaan) maupun di dalam tiga putusan pengadilan atas nama delapan terpidana mengakui dalam kesaksiannya itu, ialah yang mengamankan, ialah yang menginterogasi.”

    “Kemudian pada tanggal 31 Agustus (2016) setelah diamankan, diinterogasi itu, ya, kemudian pukul 18.30 Rudiana membuat LP atau laporan polisi,” tuturnya.

    Setelah membuat laporan, kata Toni, sosok yang pertama kali diperiksa adalah Rudiana.

    Di situ ayah Eky ditanya oleh penyidik soal identitas para pelaku pembunuhan tersebut dan dirinya menyodorkan 11 nama.

    “Rudiana di situ menjawab bahwa adapun kan para pelaku itu identitasnya sebagai berikut, 11 (orang) lah disebut dari Eko Ramadhani terus sampai akhirnya Pegi alias perong yang terakhir.”

    “Nah, 11 orang itu yang disebut, tiga di antaranya DPO, delapan itu tertangkap, ditangani, ditahan,” ungkapnya.

    Toni pun mempertanyakan dari mana Rudiana mengetahui bahwa 11 orang itu adalah pelaku pembunuhan Vina dan Eky.(Red)