
JAKARTA, (Cakrayudha-hankam.com) – Pemerintah Indonesia secara resmi menyerahkan Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, kepada Pemerintah Selandia Baru melalui Bandar Udara (Bandara) Halim Perdanakusuma, Jakarta, setelah melalui proses negosiasi panjang.
Dalam pernyataan resminya pada Minggu (22/9/2024), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia (Menko Polhukam RI), Hadi Tjahjanto, menyampaikan bahwa keberhasilan pembebasan Philip merupakan hasil dari pendekatan yang hati-hati dengan prinsip-prinsip kemanusiaan yang dijunjung tinggi. Proses itu memerlukan waktu dan kesabaran demi menjamin keselamatan Philip sebagai prioritas utama.
“Atas nama Pemerintah Indonesia, saya menyerahkan saudara Philip Mehrtens kepada Pemerintah Selandia Baru yang diwakili oleh Duta Besar Selandia Baru untuk Jakarta, Yang Mulia Kevin Burnett. Selamat kembali berkumpul dengan keluarga,” kata Hadi Tjahjanto.
Philip Mehrtens disandera sejak Februari 2023 oleh kelompok bersenjata di Papua. Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak berwenang selama masa penyanderaan untuk memastikan keselamatannya. Keberhasilan pembebasan ini menjadi bukti komitmen Indonesia untuk mengedepankan solusi damai dan humanis dalam menyelesaikan konflik.
Negosiasi Diplomatik yang Berhasil
Menko Hadi menambahkan, proses negosiasi ini didukung penuh oleh berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama. Kolaborasi ini memungkinkan proses pembebasan berjalan tanpa tindakan represif yang berpotensi membahayakan nyawa sandera.
“Pemerintah Selandia Baru memberikan dukungan penuh dalam setiap tahapan proses negosiasi. Terima kasih kepada semua pihak yang berperan penting, baik di lapangan maupun di pusat,” ungkap Hadi.
Keberhasilan ini juga menunjukkan kerja sama yang erat antara Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kedutaan Besar Selandia Baru di Jakarta. Upaya diplomatik yang intensif menjadi kunci dalam menjaga hubungan bilateral yang harmonis dan efektif antara kedua negara.
Setelah hampir dua tahun menjalani masa penyanderaan, Philip Mehrtens akhirnya dapat kembali ke Selandia Baru dan berkumpul kembali dengan keluarganya. Pembebasan ini merupakan momen penting dalam hubungan internasional antara Indonesia dan Selandia Baru, serta mencerminkan pendekatan damai dalam menyelesaikan situasi krisis.
Dengan keberhasilan itu, Indonesia semakin menegaskan posisinya sebagai negara yang mengedepankan pendekatan humanis dalam menangani konflik, sekaligus memperkuat kerja sama dengan komunitas internasional. (**)
Sumber: infopublik.id
