TNI Menjadi Pelindung Sekaligus Penyokong Petani

    0
    89

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di sebuah lokasi yang dikenal sebagai “Langit Bilogai”, di mana awan menyentuh puncak-puncak hijau dan angin membawa nuansa damai dari pegunungan Papua, prajurit Satgas Yonif 509 Kostrad Koops Habema menciptakan kisah yang melampaui sekadar pengamanan. Mereka menunjukkan kepedulian dan harapan melalui Program ROSITA (Borong Hasil Tani), yang bertujuan untuk merangkul masyarakat, menghidupkan kembali perekonomian lokal, dan menghadirkan senyum tulus di wajah para petani, terutama Mama-Mama Papua.

    Di bawah kepemimpinan Letda Inf Adly Padlyatma, kegiatan ini berlangsung dengan hangat dan akrab pada Jumat (11/04/2025). Para prajurit terlihat antusias saat mengunjungi lapak-lapak hasil bumi yang disediakan oleh warga setempat. Mereka memborong ubi, sayuran segar, dan buah-buahan yang merupakan hasil kerja keras para petani lokal.

    “Kami hadir tidak hanya dengan senjata, tetapi juga dengan hati dan kepedulian,” kata Letda Inf Adly.

    “Program ROSITA adalah bukti nyata bahwa TNI tidak hanya bertugas menjaga batas wilayah, tetapi juga berperan dalam menjaga harapan dan keberlangsungan hidup masyarakat.”

    Bagi Mama Yani, seorang petani, kehadiran TNI merupakan berkah yang datang dari langit.

    “Kami sangat bersyukur. Biasanya hasil panen kami sulit terjual, tetapi sekarang langsung diborong habis. Uangnya bisa digunakan untuk sekolah anak dan memenuhi kebutuhan rumah. Terima kasih, Bapak TNI,” ujarnya dengan mata berbinar dan penuh haru.

    Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, program ROSITA juga menciptakan ruang untuk silaturahmi dan membangun kepercayaan. Canda, tawa, dan cerita kehidupan menjadi bagian dari interaksi yang tak ternilai, membangun jembatan batin antara TNI dan masyarakat.

    Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, memberikan penghargaan tinggi terhadap program ini.

    “Inilah wujud pengabdian yang sesungguhnya. ROSITA bukan sekadar tentang membeli hasil panen, tetapi tentang merangkul dan mengembangkan. TNI hadir untuk melayani, bukan untuk dilayani. Saya bangga melihat prajurit-prajurit kita membangun Papua dengan tulus,” tegasnya.

    Di ujung timur Indonesia, seragam loreng tidak hanya melambangkan penjaga, tetapi juga sahabat petani, pelindung harapan, dan penyalur berkah. Melalui ROSITA, TNI menunjukkan bahwa keberadaan mereka bukan hanya sebagai strategi pertahanan, tetapi juga sebagai strategi kemanusiaan.

    TNI tidak hanya hadir di medan tugas, tetapi juga di ladang harapan masyarakat.

    Menjaga negara tidak selalu berkaitan dengan senjata—terkadang, hal yang diperlukan hanyalah membeli ubi.

    Autentikasi:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)