TNI Jadi Penjaga Damai

    0
    112

    Prajurit Yonif 501/BY Redam Ketegangan Adat di Maybrat

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah ketenangan Kampung Asiafsaman, Distrik Aifat Selatan, muncul ketegangan akibat konflik adat yang melibatkan warga setempat. Namun, situasi yang tidak nyaman ini berhasil diredakan berkat kehadiran prajurit Yonif 501/Bajra Yudha (BY) yang turun langsung untuk memediasi dan menciptakan jembatan perdamaian pada Selasa, (06/05/25).

    Konflik antara dua kelompok masyarakat lokal ini berpotensi menyebabkan perpecahan. Namun, alih-alih menggunakan kekuatan militer, prajurit yang tergabung dalam Satgas Pamrahwan hadir dengan membawa ketulusan, empati, dan semangat persaudaraan.

    Letkol Inf Yakhya Wisnu A., S.Sos., M.Han., Dansatgas Yonif 501/BY, menegaskan bahwa tujuan mereka bukan untuk mencampuri urusan adat, melainkan untuk menjadi pelindung dan penghubung. “Kami hadir sebagai pihak netral, mendukung proses musyawarah adat, dan memastikan semuanya berjalan dengan aman dan damai,” ujarnya.

    Balai kampung berfungsi sebagai ruang dialog di mana dua kelompok warga yang sebelumnya berseteru dapat berkumpul, membuka hati, dan mencari kesepakatan. Dengan bimbingan tokoh masyarakat dan tokoh adat, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan masalah mereka sesuai dengan mekanisme adat, yang disambut dengan lega oleh warga setempat.

    Zakarias, Kepala Kampung Asiafsaman, mengungkapkan rasa terima kasihnya. “Kami bersyukur atas kehadiran TNI yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat kedamaian. Mereka telah membantu kami menjaga harmoni tanpa mengorbankan nilai-nilai adat kami,” ujarnya dengan penuh haru.

    Kisah ini menjadi bukti bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga mencerminkan komitmen untuk menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan budaya lokal. Yonif 501/BY tidak hanya berperan sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai pelindung keharmonisan di tengah masyarakat.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)