Pos Eromaga Tempat Warga Papua Mengungsi dari Teror Separatis
PUNCAK, Cakrayudha-hankam.com – Ancaman dari kelompok separatis bersenjata kembali memaksa puluhan warga Kampung Eronggobak, Distrik Omukia, Kabupaten Puncak, untuk meninggalkan honai dan lahan mereka demi keselamatan.
Dalam situasi ketakutan akibat kekerasan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Papuanus, harapan terakhir warga tertuju pada Pos Eromaga Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti, yang berfungsi sebagai benteng perlindungan dan tempat berlindung bagi masyarakat.
Pada Selasa, 1 Juli 2025, di bawah komando Danpos Eromaga, Letda Inf Sudirman Kareba, prajurit TNI membuka pos mereka untuk menampung para pengungsi.
Mereka tidak hanya memberikan perlindungan fisik, tetapi juga menawarkan kehangatan kemanusiaan dengan menyediakan makanan, tempat berlindung, dan dukungan moral bagi warga yang mengalami trauma.
“Apa pun situasinya, tugas utama kami adalah melindungi rakyat. Mereka bukan hanya sekadar warga, melainkan keluarga kami di sini,” ungkap Letda Sudirman. Dalam kondisi logistik yang terbatas, para prajurit menyajikan makanan sederhana berupa nasi dan mie instan, yang disambut dengan rasa syukur oleh warga yang kelelahan dan ketakutan.
Momen makan bersama dimulai dengan doa dan pujian yang dipimpin oleh Pratu Dandi Fernanda, menunjukkan bahwa di tengah krisis, nilai-nilai kebersamaan, harapan, dan doa tetap hidup. Warga dan prajurit duduk bersila, berbagi cerita, dan saling menguatkan.
Lebih dari sekadar penjaga perbatasan, mereka adalah penjaga kehidupan. Kisah ini menggambarkan dengan jelas bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya untuk menjalankan misi pertahanan negara, tetapi juga misi kemanusiaan.
TNI berkomitmen untuk melindungi masyarakat sipil dari kekerasan kelompok bersenjata yang sering melakukan intimidasi, perampasan, bahkan pembunuhan terhadap warga yang tidak bersalah.
Panglima Komando Operasi (Pangkoops) Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan penghargaan tinggi kepada prajuritnya di Pos Eromaga.
“TNI hadir di Papua bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan, tetapi juga sebagai pelindung harapan masyarakat. Di tengah ancaman, prajurit kami berperan sebagai garda terdepan dalam menjaga keselamatan warga. Ini adalah wujud nyata dari identitas TNI sebagai Tentara Rakyat, yang selalu berdiri bersama dan untuk rakyat,” tegas Mayjen Lucky.
Menjadi Pilar Harapan di Tengah Ancaman
Dalam situasi yang kritis, Pos Eromaga lebih dari sekadar pos militer. Ia menjadi simbol kehadiran negara, tempat bagi masyarakat untuk mencari perlindungan, serta ruang yang mengembalikan harapan di tengah ketidakpastian.
Kisah ini menegaskan bahwa di balik senjata prajurit terdapat hati yang selalu siap melindungi. TNI tidak hanya bertugas menjaga batas wilayah, tetapi juga melindungi nilai-nilai kemanusiaan. Ini menunjukkan bahwa negara selalu hadir untuk warganya, di mana pun mereka berada, termasuk di daerah terpencil seperti Papua.
Authentication:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)

