TNI Borong Hasil Tani di Papua

    0
    158

    Ketulusan yang Menyentuh Hati Warga Intan Jaya

     

    INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah suasana pagi yang dingin di Intan Jaya, muncul kehangatan yang berbeda. Para prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan tiba-tiba menjadi “pelanggan istimewa” bagi petani lokal. Melalui program yang dinamakan ROSITA (Borong Hasil Petani), TNI tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjalin kedekatan dengan masyarakat Papua melalui aksi yang penuh makna: membeli hasil pertanian langsung dari para petani di sepanjang jalan menuju pasar Sugapa pada Rabu, (14/05/25).

    Dipimpin oleh Sertu Amat Arif dan didampingi oleh 10 personel lainnya, para prajurit dengan senyum ramah mendekati warga satu per satu. Mereka membeli sayuran segar, alpukat matang, dan berbagai hasil pertanian lainnya tanpa melakukan tawar-menawar, tetapi dengan harga yang pantas, menciptakan momen yang mengharukan.

    Kami ingin menunjukkan bahwa TNI bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai saudara yang peduli. “ROSITA ini adalah wujud cinta kami untuk para ibu dan petani yang luar biasa,” kata Sertu Amat dengan mata yang bersinar penuh semangat.

    Salah satu ibu Papua tidak dapat menyembunyikan senyum bahagianya. Di matanya, yang selama ini memandang aparat sebagai sosok berseragam yang jauh, kini ia menyaksikan bahwa mereka datang bukan hanya dengan senjata, tetapi juga dengan hati yang tulus.

    “Kami sangat senang. TNI membeli hasil kebun kami tanpa menakut-nakuti. Mereka sangat baik,” ujarnya sambil dengan bangga menyerahkan hasil panennya.

    Lebih dari sekadar transaksi ekonomi, ROSITA berfungsi sebagai jembatan emosional. Di daerah rawan seperti Intan Jaya, momen-momen kecil ini menjadi fondasi perdamaian. Ketika TNI hadir bukan untuk memerintah, tetapi untuk melayani dan merangkul masyarakat, di situlah kekuatan sejati muncul.

    Program ROSITA merupakan bagian dari pendekatan humanis yang diinisiasi oleh Satgas Yonif 500/Sikatan, sejalan dengan prinsip “Bersama Rakyat, TNI Kuat.” Di medan yang sulit dan jauh dari sorotan media, mereka menunjukkan bahwa senjata paling efektif bukanlah peluru, melainkan empati.

    Papua mengajarkan kami tentang makna sejati persaudaraan. “Semoga langkah kecil ini dapat menjadi awal dari jembatan persatuan yang lebih besar,” ujar Sertu Amat. Melalui kegiatan semacam ini, TNI menunjukkan sisi terhangatnya: sebagai pelindung dan pengayom masyarakat di setiap sudut tanah air.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)