TNI Amankan Intan Jaya, 18 OPM Berhasil Dilumpuhkan

    0
    73

    INTAN JAYA, Cakrayudha-hankam.com – Satuan Tugas (Satgas) Habema TNI berhasil mengamankan beberapa wilayah di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, setelah melaksanakan operasi penindakan terhadap kelompok bersenjata di Distrik Sugapa pada Rabu (14/5/2025). Operasi ini berlangsung dari pukul 04.00 hingga 05.00 WIT, dengan fokus pada Kampung Titigi, Ndugusiga, Jaindapa, Sugapa Lama, dan Zanamba. Kehadiran TNI yang bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan, edukasi, dan mengamankan pembangunan jalan menuju Hitadipa, justru dimanfaatkan oleh kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menjadikan warga sebagai tameng dan menyebarkan narasi ancaman kepada masyarakat.

    Kepala Suku Kampung Sugapa, Bapak Melianus Wandegau, menyatakan bahwa masyarakat telah terpengaruh oleh propaganda OPM. “Mereka (OPM) menjanjikan kesejahteraan kepada kami, tetapi kenyataannya kami hanya dijadikan alat dan perisai dalam menghadapi serangan. Warga digunakan sebagai tameng untuk melawan TNI,” ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa TNI hadir dengan niat yang tulus untuk melindungi dan melayani masyarakat, bukan untuk menimbulkan ketakutan.

    Operasi gabungan yang dilakukan secara profesional dan terukur berhasil membersihkan wilayah Sugapa Lama dan Kampung Bambu Kuning dari kelompok OPM yang dipimpin oleh Daniel Aibon Kogoya, Undius Kogoya, dan Josua Waker. Sebanyak 18 anggota OPM dilaporkan tewas. TNI juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata organik AK-47, satu senjata rakitan, puluhan butir amunisi, busur dan anak panah, serta bendera Bintang Kejora dan alat komunikasi.

    Dansatgas Media Koops Habema, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono, menginformasikan bahwa semua personel TNI berada dalam keadaan aman dan lengkap. Saat ini, pasukan masih siaga di beberapa sektor strategis untuk mengantisipasi kemungkinan pergerakan kelompok sisa. Kelompok ini diketahui sering melakukan tindakan kekerasan terhadap warga sipil, termasuk pembakaran rumah, penyanderaan guru dan tenaga kesehatan, serta penyerangan terhadap fasilitas umum dan proyek pembangunan.

    Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa operasi ini merupakan wujud komitmen TNI dalam melindungi masyarakat Papua dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

    “TNI hadir bukan untuk menakut-nakuti rakyat, melainkan untuk melindungi mereka dari kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh kelompok bersenjata. Operasi ini dilaksanakan dengan pendekatan yang terukur, profesional, dan mengutamakan keselamatan warga sipil. Kami tidak akan membiarkan masyarakat Papua hidup dalam ketakutan di tanah kelahiran mereka,” tegasnya di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta. (Puspen TNI/Red-033)