Cirebon,(Cakrayudha-hankam.com) – Kuasa Hukum Pegi Setiawan menaruh syak wasangka terhadap munculnya kembali dua nama DPO, Dani dan Andi di sidang gugatan praperadilan Pegi Setiawan pada Selasa (5/7/2024).
Pasalnya, Pihak kuasa hukum Polda Jawa Barat (Jabar), ‘menghidupkan kembali’ dua nama tersebut yang jauh sebelumnya menyebut kedua nama itu fiktif.
Bahkan, tim kuasa hukum Polda Jabar yang dipimpin Kombes Nurhadi Handayani itu menyebutkan peran kedua DPO tersebut saat membacakan jawaban.
“Kalau pihak termohon, mengucapkan begini, mungkin kita berasumsi jangan-jangan dia salah ngomong, tapi ini baca. Artinya nama Dani dan Andi ada di tulisan itu,” ujar kuasa hukum Pegi Setiawan, Muchtar Effendi di channel Uya Kuya yang tayang pada Minggu (7/7/2024).
Padahal, dalam konferensi pers saat penetapan Pegi sebagai tersangka utama, Dirkrimum Polda Jabar, Kombes Surawan sempat menyebut dua DPO tersebut dinilai fiktif.
Kuasa hukum Pegi lainnya, Nikolas Kili Kili menduga alasan Polisi tidak menghapus dua nama DPO tersebut karena unsur kesengajaan.
Ia menerka bahwa Andi dan Dani sebenarnya kedua sosok yang nyata.
“Itu ada saya menduga, ada unsur kesengajaan. Sepertinya (polisi) mereka tahu kok. Dani dan Andi tahu. itu mereka tahu,” pungkasnya.
Sosok Pegi Perong
Di sisi lain, kuasa hukum Pegi lainnya, Marwan Iswandi, mendapatkan informasi mengenai sosok Pegi Perong jelang putusan praperadilan di Pengadilan Negeri Bandung, Senin (8/7/2024).
Marwan Iswadi mengaku ditelpon seseorang mengenai sosok Pegi Perong.
Hingga kini, Marwan menegaskan Pegi Setiawan yang ditangkap polisi tidak terlibat kasus pembunuhan Vina Cirebon dan kekasihnya Eky pada tahun 2026.
Sedangkan, Marwan menegaskan Pegi Perong yang diduga anggota geng motor ternyata ada. Apakah rekan kekasih Vina, Eky?
Diketahui, kasus yang mencuat tersebut diduga terkait geng motor. Dimana, terdapat dua geng motor yang disebut disebut dalam putusan banding terdakwa di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat 2017.
Bahkan, kekasih Vina, Muhamad Rizky Rudiana alias Eky merupakan simpatisan geng motor XTC.
Awalnya, Marwan mengungkapkan ciri-ciri kliennya berbeda dengan informasi daftar pencarian orang (DPO) yang dirilis Polda Jabar.
“Tadi saya bilang ciri-ciri berbeda, usia berbeda, alamatnya berbeda semuanya berbeda dan yang bernama Pegi Setiawan,” kata Marwan seperti dikutip media ini dari akun Youtube TVone, Minggu (7/7/2024).
Apalagi, Marwan menyebutkan banyaknya nama Egi maupun Pegi yang muncul. Oleh karena itu, ia meminta pihak kepolisian jeli terhadap segala informasi.
Marwan pun mengaku mendapat informasi dari seseorang mengenai Pegi perong. Orang tersebut menghubungi dirinya.
“Saya ditelpon, Pegi perong itu memang ada, dia termasuk dalam geng motor,” kata Marwan.
Marwan mengungkapkan ikatan kekerabatan dalam geng motor sangat kuat.
“Tapi informasi ini ada yang namanya Pegi Perong tapi bukan klien kami Pegi Setiawan.
Sementara itu, Penasihat Kapolri Irjen. Pol. (Purn.) Aryanto Sutadi, menanggapi peluang Pegi Setiawan saat putusan praperadilan.
Ia menilai keputusan tersebut sepenuhnya berada di tangan hakim.
“Hakim hanya akan memutuskan tindakan penyidik selama ini, tapi kemarin menjelaskan proses menangkap dan menyakin bahwa itu tersangka, sudah diuraikan,” imbuh Aryanto.
Aryanto melihat hakim hanya akan melihat bukti-bukti penyidik apakah cukup minimal dua bukti saat menetapkan Pegi Setiawan sebagai tersangka.
“Bukan Pegi sebagai terdakwa yang membunuh, bukti-buktinya harus relevan, hakim hanya menilai ini sudah cukup, ini keyakinan hakim, kita enggak bisa menilai,” kata Aryanto.
“Bagi penyidik seandainya dikalahkan atau dikabulkan permohonan itu menjadi koreksi, ternyata tindakan selama ini masih belum diakui bukti yang kuat, dia akan mencari bukti yang kuat lagi untuk meneruskan penyeldikan ini,” imbuh Aryanto.
Pegi Perong Rekan Eky?
Sedangkan seperti dikutip media ini, ternyata Eky korban pembunuhan bersama Vina Cirebon berteman dengan pria yang juga dipanggil Perong.
Belum diketahui apakah Perong rekan Eky adalah orang yang sama dimaksud pengacara Pegi Setiawan.
Pria yang dipangil Perong tersebut juga merupakan teman Liga Akbar Cahyana yang merupakan saksi sekaligus teman Eky.
Percakapan Perong dengan Liga Akbar sebelum Kasus Vina Cirebon terjadi menjadi sorotan.
Bahkan Liga Akbar, teman Eky tersebut mengaku senasib dengan Perong tersebut soal pacar. Teman Liga Akbar itu ternyata dipanggil Perong.
Namun Perong tersebut adalah nama panggilan dari pemilik akun Facebook Ryan Fauzy.
Dalam sebuah postingan, ada akun yang memanggil Ryan Fauzy dengan panggilan Perong.
Dilihat dari foto-foto di Facebooknya, Ryan Fauzy beberapa kali memposting terkait XTC.
Mulai dari logo lebah XTC, jaket hingga warna. Pada tanggal 26 Agustus 2016, sehari sebelum Eky dan Vina tewas di Jembatan Talun Cirebon, Ryan sempat menulis status di Facebook.
Dalam status, Ryan mengatakan bahwa setampan dan secantik apapun wajah, seseorang akan terpikat pada yang memiliki uang.
“pacaran jaman sekarang mau cowonya jelek atau cewenya jelek kalo udah mandang duit pasti nempel -, hooaaammmm” tulisnya.
Status ini kemudian dikomentari oleh Liga Akbar Cahyana, teman Eky.
“Gak adil ya,” tulis Liga Akbar Cahyana.
“Iya kik,” balas Ryan.
Liga Akbar Cahyana kembali membalas bahwa keduanya memang senasib soal pacaran.
“Kita jadi korban yan haha, mau ikut daftar ga nih hahahah,” balas Liga Akbar Cahyana.
Diketahui Ryan juga berteman dengan Eky dan Liga Akbar.
Sehari kemudian, Ryan kembali menulis ungkapan duka atas meninggalnya Eky anak Iptu Rudiana.
“ekyrdn”
“Selamat jalan kawan”
“mudah-mudahan ente masuk surga ky. amiinnnn”(Red)

