Suara Anak Negeri dari Rimba Mumugu

    0
    73

    Saat Prajurit Menjadi Guru, Nasionalisme Tumbuh di Tengah Hutan Papua

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah keheningan dan ketebalan hutan Papua, terdapat sebuah sekolah sederhana yang terbuat dari kayu dengan atap seng. Di sana, semangat belajar dan lagu kebangsaan Indonesia Raya bergema dengan penuh semangat. Pada hari ini, Kamis (5/6/2025), SD Rimba Mumugu menjadi saksi ketika prajurit TNI dari Satgas Pamtas Mobile RI-PNG Yonif 733/Masariku hadir, bukan untuk misi tempur, tetapi untuk menyebarkan ilmu dan semangat nasionalisme di jantung Papua.

    Dipimpin oleh Letda Inf Sirajul, para anggota Satgas mengubah ruang kelas darurat tersebut menjadi tempat belajar yang hangat dan penuh semangat. Di antara mereka, Sertu Barakati menarik perhatian banyak anak. Dengan seragam loreng dan senyum yang selalu menghiasi wajahnya, ia mengajarkan matematika dasar serta nilai-nilai kebangsaan kepada anak-anak yang duduk rapi di lantai papan.

    Mata anak-anak SD Rimba Mumugu bersinar penuh semangat. Meskipun fasilitas yang tersedia sangat terbatas, hasrat mereka untuk belajar tetap membara. Tanpa papan tulis digital atau meja yang lengkap, pelajaran hari itu tetap bermakna, karena mereka tidak hanya mempelajari angka, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap tanah air.

    Puncak momen haru terjadi ketika seluruh siswa berdiri tegak dan menyanyikan lagu Indonesia Raya di tengah keheningan hutan. Suara merdu mereka bergema di antara pepohonan, menjadi simbol bahwa di pelosok negeri yang paling terpencil pun, semangat merah putih tetap berkibar di dalam hati anak-anak bangsa.

    “Program ‘Masariku Cerdas’ kami rancang untuk menjangkau anak-anak di daerah terpencil, agar mereka tetap dapat merasakan pendidikan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air yang mendalam,” jelas Letkol Inf Julius Jongen Matakena, Dansatgas Yonif 733/Masariku.

    Kegiatan ini juga disambut dengan haru oleh para guru. “Kami merasa sangat terbantu. Kehadiran TNI memberikan semangat baru bagi anak-anak. Mereka merasa diperhatikan dan dihargai sebagai bagian dari Indonesia,” ungkap Bapak Niko, guru SD Rimba Mumugu.

    Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, juga memberikan apresiasi atas tindakan nyata para prajuritnya.

    “Prajurit kami tidak hanya berfungsi sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai pendidik dan pahlawan dalam dunia pendidikan. Di balik seragam loreng mereka, terdapat semangat yang besar untuk membangun bangsa dari pelosok terjauh Nusantara,” tegasnya.

    Apa yang dilakukan oleh Satgas Yonif 733/Masariku hari ini di Mumugu bukan hanya sekadar pengajaran, tetapi juga merupakan misi kemanusiaan. Membangkitkan semangat pendidikan dan nasionalisme di tengah hutan belantara adalah wujud nyata pengabdian TNI. Mereka tidak hanya menjaga batas negara, tetapi juga menanamkan harapan untuk masa depan bangsa melalui ruang-ruang kelas yang terpencil.

    Verifikasi:
    (Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono – Dansatgas Media HABEMA/Red-033)