Sinar Damai di Nduga: TNI dan Masyarakat Bersatu dalam Ibadah di Gereja Santo Damian

    0
    93

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah ketenangan Pegunungan Nduga, sebuah momen yang penuh kehangatan dan kedamaian menyatukan prajurit Satuan Tugas Yonif 733/Masariku dengan warga dalam ibadah bersama di Gereja Kuasi Paroki Santo Damian, Distrik Krepkuri, pada Senin, 24 Maret 2025.

    Suasana khidmat menyelimuti gereja sederhana tersebut. Dengan seragam loreng yang khas, para prajurit duduk berdampingan dengan jemaat, melantunkan doa dan pujian yang menggema di seluruh pelosok Papua. Lebih dari sekadar ibadah, momen ini menjadi jembatan persaudaraan yang memperkuat rasa kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

    TNI Hadir Sebagai Keluarga, Bukan Hanya untuk Pengamanan
    Letkol Inf Julius J. Matakena, Dansatgas Yonif 733/Masariku, menekankan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya untuk tugas pengamanan, tetapi juga untuk membangun hubungan yang harmonis.

    “Kami ingin menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Nduga. Ibadah bersama ini merupakan salah satu cara kami untuk memperkuat ikatan persaudaraan dan meningkatkan kebersamaan di tengah berbagai tantangan yang ada,” ungkap Letkol Julius.

    Rasa Haru dan Ucapan Terima Kasih dari Jemaat
    Pastor Gereja Santo Damian yang memimpin ibadah mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas kehadiran para prajurit.

    “Kehadiran Bapak-bapak TNI memberikan semangat baru bagi kami. Selama ini, kami merasa terasing dan sendirian, tetapi hari ini, kami merasakan kehangatan persaudaraan yang luar biasa,” katanya dengan mata yang berkaca-kaca.

    Di antara jemaat, Mama Maria, seorang warga setempat, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya.

    “Kami sangat senang melihat para Bapak TNI beribadah bersama kami. Kami merasa lebih diperhatikan, dicintai, dan tidak merasa sendirian,” ujarnya dengan suara bergetar.

    Pangkoops Habema: Kasih dan Persaudaraan Menyatukan Hati
    Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bukti nyata bahwa meskipun ada perbedaan, nilai-nilai kasih dan persaudaraan tetap dapat menjadi pengikat yang kuat.

    “Sinar damai yang terpancar dari Gereja Santo Damian ini diharapkan dapat menyebar ke seluruh penjuru Nduga, membawa harapan dan kedamaian bagi masyarakat,” ungkapnya dengan penuh harapan.

    Melalui momen kebersamaan ini, TNI menunjukkan bahwa kehadiran mereka di Papua tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menyampaikan pesan kedamaian dan persaudaraan kepada seluruh masyarakat.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)