Simfoni Persaudaraan di Bukit Sion

    0
    104

    Saat TNI dan Warga Sinak Menyatu dalam Doa dan Damai

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di pagi yang tenang di Kampung Gigobak I, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, suara kidung pujian mengalun hangat dari dalam Gereja Kristen Injili (GKI) Jemaat Bukit Sion. Namun, hari itu lebih dari sekadar ibadah; ini adalah momen pertemuan hati antara prajurit TNI dan masyarakat, yang dipersatukan oleh cinta kasih dan semangat kebersamaan.

    Pada Senin, 12 Mei 2025, Pos Kout Satgas Yonif 700/Wira Yudha Cakti menciptakan momen yang penuh makna: bukan operasi militer atau patroli rutin, melainkan duduk bersimpuh bersama jemaat dalam liturgi yang sarat harapan. Seragam loreng berpadu dengan pakaian sederhana masyarakat, saling berpelukan dalam kedamaian, bernyanyi dalam harmoni, dan berdoa dengan satu suara.

    Ketika Ibadah Menjadi Jembatan Kemanusiaan
    Lettu Inf Iwan Simon, Perwira Pembina Mental Satgas Yonif 700/WYC, dengan mata yang berkaca-kaca, mengungkapkan makna kebersamaan. “Dalam ibadah ini, kami tidak hanya mencari ketenangan, tetapi juga merasakan kehangatan dari saudara-saudara kami. Kami saling menguatkan dan mendoakan satu sama lain. Inilah wajah sejati Indonesia,” ujarnya dengan suara lembut namun penuh semangat.

    Di sini, tidak ada jarak antara tentara dan warga. Tidak ada pangkat atau status yang membedakan. Hanya pelukan iman yang menghapus sekat-sekat dan menyalakan cahaya persaudaraan di ujung timur negeri.

    Apresiasi dari Pangkoops Habema: TNI Hadir dengan Hati
    Mayjen TNI Lucky Avianto, Pangkoops Habema, dengan bangga memberikan apresiasi terhadap langkah humanis ini. “Apa yang dilakukan Satgas di GKI Bukit Sion bukan hanya sekadar pembinaan teritorial, tetapi juga pendekatan yang mengedepankan hati. TNI hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk menanamkan harapan, menyatukan jiwa, dan memperkuat kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

    TNI: Lebih dari Sekadar Penjaga, Mereka adalah Saudara
    Bagi jemaat, prajurit TNI bukan hanya sosok pengaman bersenjata, melainkan juga saudara, teman berbincang, dan pelindung yang mampu mendengarkan serta memahami. “Ketika mereka ikut beribadah, kami merasa tidak sendirian. Seolah Tuhan mengirimkan keluarga baru untuk kami,” ungkap seorang jemaat dengan penuh haru.

    Melodi Damai dari Bukit Sion
    Kisah dari Sinak ini adalah sebuah simfoni kebersamaan, sebuah harmoni yang menunjukkan bahwa di tengah tantangan di Papua, harapan dan cinta tetap hidup. Saat TNI dan masyarakat berkumpul, bersatu dalam doa, di situlah kedamaian mulai tumbuh.

    Di kaki Pegunungan Puncak, getaran persaudaraan menjadi nyanyian yang paling indah. Dari sinilah, damai Papua terus bergema.

    Sumber:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)