Silaturahmi Kerajaan Kutai dan Malaysia di WZWF 2025: Perkuat Peradaban Islam Global

0
333

Maharaja Kutai Mulawarman Berbincang dengan Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama) Malaysia, Pererat Silaturahmi di Ajang 14th World Zakat and Waqf Forum (WZWF) 2025

Duli Yang Maha Mulia Sri Paduka Baginda Berdaulat Agung Prof. Dr. M.S.P.A. Iansyah Rechza F.W., Ph.D., Maharaja Kutai Mulawarman, melakukan pertemuan dengan Yang Berhormat Dato’ Setia Dr. Haji Mohd Na’im bin Haji Mokhtar, Menteri di Jabatan Perdana Menteri (Hal Ehwal Agama) Malaysia, dalam rangkaian acara 14th World Zakat and Waqf Forum (WZWF) 2025.

Turut mendampingi Duli Yang Maha Mulia adalah Prof. Dato’ Seri Dr. Josephine Duyuk Tuah, delegasi The Family Monarch of the Ulu Uma – Borneo Queen Maren dari Sarawak, Malaysia.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi dan membahas peran strategis zakat serta wakaf dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Keduanya sepakat untuk terus mempromosikan nilai-nilai zakat dan wakaf sebagai instrumen ekonomi yang berkeadilan dan berorientasi pada kesejahteraan sosial.

Yang Berhormat Dato’ Setia Dr. Haji Mohd Na’im bin Haji Mokhtar menyampaikan bahwa 14th World Zakat and Waqf Forum (WZWF) 2025 resmi berakhir hari ini. Forum tersebut menegaskan komitmen Malaysia untuk memperkuat peranan zakat dan wakaf sebagai tonggak utama tamadun Islam—bukan semata instrumen keuangan, melainkan juga sarana keadilan sosial, kesejahteraan manusia, dan pembangunan berkelanjutan umat global.

Malaysia, dengan penuh komitmen, menerima tanggung jawab sebagai Sekretariat Tetap WZWF, sekaligus mempertegas peranannya sebagai pemimpin global dalam pemberdayaan ekonomi Islam yang berlandaskan nilai keadilan, ihsan, dan kemanusiaan. “Semoga dari bumi Sarawak ini, terbit sinar baharu menuju peradaban Islam yang adil, penuh rahmat, dan membawa cahaya bagi dunia,” ujar beliau.

Deklarasi yang dihasilkan forum ini menyerukan integrasi zakat dan wakaf sebagai fondasi peradaban baru berlandaskan Maqasid al-Shariah, reformasi tata kelola untuk meningkatkan integritas dan profesionalisme, serta penerapan transformasi digital guna memperkuat transparansi dan kolaborasi global.

Selain itu, deklarasi juga menekankan revitalisasi aset wakaf untuk mendukung pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, dan ketahanan pangan; integrasi zakat dan wakaf dalam sistem keuangan etis; serta penguatan aksi kemanusiaan yang terkoordinasi bagi komunitas yang terdampak krisis.

Resolusi lainnya mencakup pemberdayaan pemuda dan perempuan sebagai pemimpin masa depan, penetapan Kerangka Transformasi Global 2026–2030 sebagai ukuran kemajuan, serta penegasan kembali visi global yang berakar pada iman, ilmu pengetahuan, dan keadilan.

Resolusi terakhir yang bertajuk “Amanah untuk Kemanusiaan: Membangun Kembali Palestina” menegaskan solidaritas dunia Islam terhadap rakyat Palestina, dengan seruan untuk menggerakkan inisiatif zakat dan wakaf secara terkoordinasi demi mendukung rekonstruksi, pendidikan, dan layanan kesehatan di wilayah tersebut. (RED)