Seorang Anak Jadi Sebatang Kara, Setelah Orang Tuannya Tewas Lalu Lintas Kecelakaan Di Bromo

0
256

Surabaya,Cakrayudha-hakam.com – Tawa bahagia rombongan karyawan RS Bina Sehat (RSBS) Jember saat berwisata ke Gunung Bromo seketika berubah jadi isak tangis.

Bus pariwisata yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan maut di jalur wisata Bromo, Probolinggo, Minggu (14/9/2025) siang.

Insiden ini merenggut nyawa delapan penumpang, termasuk satu keluarga yang membuat anak sulung mereka kini mendadak menjadi sebatang kara.

Hendra punya dua anak. Anaknya yang ikut menjadi korban merupakan anak kedua. Anak pertama mereka yang laki-laki tidak ikut,” ujar Taufik Hidayah, paman Hendra saat Minggu (14/9/2025).

Adalah Hendra Pratama (37), seorang Customer Service RS BS Jember, yang menjadi korban bersama istrinya War datus Soleha (35), serta putri bungsu mereka Aiza Fahrani Agustin (7).

Sang anak sulung, yang tak ikut dalam perjalanan, kini harus menerima kenyataan pahit kehilangan kedua orang tua dan adiknya sekaligus.

Kabar duka ini mengejutkan keluarga. Sebab, pagi harinya, Taufik masih melihat status WhatsApp keluarga Hendra saat berfoto bersama di Gunung Bromo.

Namun siangnya ada informasi bus yang ditumpangi bersama teman-temannya dari RS Bina Sehat mengalami kecelakaan saat pulang dari gunung Bromo,” kata Taufik.

Seharusnya, Minggu itu para karyawan RSBS pulang ke rumah masing-masing dengan pikiran segar usai liburan. Namun perjalanan pulang justru berubah petaka.

Bus pariwisata Inds88 Trans bernopol P 7221 UG yang membawa 55 penumpang diduga mengalami rem blong saat melaju di Jalan Raya Boto, Kecamatan Lumbang, Probolinggo.

Pukul 11.45 WIB, bus melaju tak terkendali menuruni jalan. Sopir panik dan berusaha membanting setir ke kanan. Namun, laju kencang membuat bus menghantam pembatas jalan, pagar rumah, serta sepeda motor milik warga.

Sejumlah penumpang bahkan sampai terlempar keluar. Sopir dan kondektur selamat, namun puluhan penumpang terluka dan belasan lainnya meninggal.

Supriadi, warga sekitar lokasi, mengaku kaget mendengar suara dentuman keras. “Saat di dalam rumah, saya dengar suara keras ‘dar dar’. Ketika keluar, ternyata ada bus menabrak pagar rumah dan sepeda motor,” ujarnya.

“Kapolres Probolinggo AKBP Wahyudin Latif mengatakan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan.

“Kasus ini tengah diselidiki dengan bantuan unit Gakkum Ditlantas Polda Jatim serta unit TAA untuk olah tempat kejadian perkara,” ujarnya.

Hingga Minggu malam, suasana (RSBS) Jember dipenuhi keluarga korban. Mereka berkumpul di depan ruang IGD sambil menunggu kabar dan proses identifikasi jenazah. Tangis histeris pecah menyelimuti rumah sakit itu.(Red 054)