Pelayanan Kesehatan untuk Mama Papua dan Anak Tercinta
PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di tengah tantangan medan yang berat dan keterbatasan akses, prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan kembali menunjukkan dedikasinya untuk melindungi dan melayani masyarakat. Pada Selasa (3/6/2025), sepuluh anggota Satgas yang dipimpin oleh Lettu Ckm. dr. Indra Sitepu memberikan layanan kesehatan kepada warga Kampung Mamba, termasuk Mama Monika Tipagau dan anaknya yang memerlukan perhatian medis, di Pos Mamba Kotis.
Dalam suasana yang hangat, meskipun hanya tersedia bangku kayu sederhana, interaksi antara tenaga medis berseragam loreng dan warga setempat mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan yang sejati. Seorang anak kecil duduk tenang di samping ibunya saat menjalani pemeriksaan oleh dokter, dengan senyuman tulus yang terlihat di wajah mereka.
“Di wilayah seperti Mamba, kami tidak hanya menghadapi kekurangan alat medis, tetapi juga tantangan dalam menjangkau masyarakat yang hidup di tengah ancaman kekerasan dari KKB,” kata dr. Indra Sitepu, dokter Satgas, dengan nada yang penuh empati.
“Di wilayah seperti Mamba, kami tidak hanya menghadapi kekurangan alat medis, tetapi juga tantangan dalam menjangkau masyarakat yang hidup di tengah ancaman kekerasan dari KKB,” kata dr. Indra Sitepu, dokter Satgas, dengan nada yang penuh empati.
Menurutnya, masalah kesehatan yang paling umum di daerah ini meliputi hernia, infeksi luka akibat sanitasi yang buruk, serta nyeri punggung akibat pekerjaan fisik yang berat. Ini mencerminkan perjuangan hidup masyarakat di pedalaman Papua.
Mama Monika, yang datang bersama anaknya, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan harunya. “Puji Tuhan, tentara selalu ada untuk membantu kami. Saya dan anak saya juga sakit, kami bingung harus ke mana, tetapi di sini tentara bisa menolong kami. Terima kasih banyak,” katanya dalam bahasa Indonesia dengan logat Papua yang khas.
Meskipun akses jalan yang terbatas dan fasilitas kesehatan yang minim menjadi tantangan besar, TNI tetap hadir sebagai garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan. Di tengah situasi yang sulit, prajurit Yonif 500/Sikatan tidak hanya menjalankan tugas pengamanan wilayah perbatasan, tetapi juga berperan sebagai perpanjangan tangan negara dalam melayani dan melindungi masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini merupakan bukti konkret bahwa kehadiran TNI di Papua tidak hanya berkaitan dengan operasi militer, tetapi juga berfokus pada pembangunan jembatan persaudaraan dan menampilkan rasa persatuan yang sejati. Dalam setiap usaha dan kerja keras, prajurit TNI hadir bukan hanya sebagai penjaga, tetapi juga sebagai sahabat dan bagian dari keluarga masyarakat Papua.
Authentication:
(Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)

