Sentuhan Kasih Prajurit Sikatan di Pedalaman Papua

    0
    106

    Ringankan Beban Mama-Mama dengan Rosita

     

    PAPUA, Cakrayudha-hankam.com – Di pagi yang cerah di halaman TK Mamba, Pos Kotis Satgas Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 500/Sikatan, suasana dipenuhi haru dan kehangatan. Alih-alih melihat parade militer atau latihan tempur, yang terlihat adalah pemandangan yang jauh lebih menyentuh: sepuluh prajurit TNI, dipimpin oleh Serda Pramayoga, terlibat dalam kegiatan penuh kasih bernama Rosita (Borong Hasil Tani). Di tengah pedalaman Papua yang masih menghadapi berbagai tantangan, mereka hadir sebagai tangan yang merangkul, meringankan beban, dan menebarkan senyum di wajah para mama-mama Papua. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu, 5 Juli 2025.

    Dengan keranjang belanja di tangan, para prajurit membeli hasil kebun langsung dari para mama-mama Papua, yang harus menempuh perjalanan jauh dan melelahkan menuju Pasar Sugapa untuk menjual hasil panen mereka. Ubi, sayuran segar, dan berbagai hasil bumi lainnya diborong habis.

    Namun, kegiatan ini lebih dari sekadar transaksi ekonomi; ini merupakan wujud nyata dari kepedulian sosial yang tulus, tercermin dari seragam loreng yang mereka kenakan.

    “Kegiatan Rosita ini adalah ungkapan kasih sayang kami kepada mama-mama Papua,” ungkap Serda Pramayoga dengan nada penuh haru setelah acara selesai. “Dengan membeli hasil kebun mereka, kami ingin meringankan beban mereka dan menunjukkan bahwa TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga peduli dan mendukung kehidupan masyarakat.”

    Momen kebersamaan ini mencerminkan lebih dari sekadar tugas militer. Prajurit TNI dan mama-mama Papua duduk bersama di tepi jalan, berbincang dengan penuh tawa, senyuman, dan canda. Batas antara prajurit dan rakyat Papua tampak memudar, digantikan oleh ikatan kekeluargaan yang tulus dan mendalam.

    Salah satu ibu, Mama Elfrida, tidak dapat menahan haru saat melihat para prajurit membeli hasil kebunnya. “Kami sangat senang, anak-anak tentara datang untuk membeli hasil kebun kami. Biasanya, kami harus pergi jauh ke pasar, tetapi sekarang kami bisa menjualnya di sini. Tuhan memberkati TNI,” ujarnya dengan suara bergetar menahan tangis bahagia.

    Pangkoops Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, memberikan apresiasi terhadap kegiatan mulia ini dan menegaskan bahwa ini merupakan bagian dari identitas TNI di Tanah Papua. “Apa yang dilakukan oleh prajurit Yonif 500/Sikatan adalah cerminan nyata dari filosofi kami: TNI hadir untuk hati nurani rakyat Papua,” kata Mayjen Lucky Avianto. “Tugas kami tidak hanya menjaga kedaulatan dan keamanan, tetapi juga merangkul, membangun, dan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Ketika kami melihat senyum di wajah para ibu, itu adalah kemenangan sejati bagi kami. Ini adalah wujud dari operasi kemanusiaan yang terus kami galakkan,” tegasnya.

    Kegiatan yang dilakukan oleh Rosita menunjukkan bahwa di balik kekuatan seragam militer, terdapat hati yang penuh kasih. Kehadiran TNI di daerah terpencil Papua tidak hanya berfokus pada pengamanan perbatasan, tetapi juga berupaya membangun jembatan kasih, menumbuhkan harapan, dan menjadi pilar penopang kehidupan masyarakat, satu langkah tulus pada satu waktu.

    Authentication:
    (Dansatgas Media HABEMA, Letkol Inf Iwan Dwi Prihartono/Red-033)