Semarak Hari Santri, Rutan Surabaya Pamerkan Produk Warga Binaan: 53 Produk Laris Terjual

0
18

SIDOARJO || Cakrayudha_hankam.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya turut berpartisipasi dalam kegiatan Semarak Hari Santri dan Bazar UMKM yang diselenggarakan Radar Sidoarjo di Parkir Timur GOR Sidoarjo, Minggu (25/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Rutan Kelas I Surabaya menghadirkan sejumlah produk makanan olahan hasil karya Warga Binaan, mulai dari donat, roti gulung abon, bakpao hingga sambal. Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil pembinaan keterampilan sekaligus membuka peluang pemasaran produk kepada masyarakat luas.

Antusiasme pengunjung terhadap produk yang dipasarkan terbilang tinggi. Berbagai makanan olahan yang dipajang di stan Rutan menarik perhatian masyarakat dan mendapatkan respons positif. Sebanyak 53 produk berhasil terjual selama kegiatan berlangsung.

Tidak hanya diminati pengunjung, kualitas produk hasil pembinaan juga mendapatkan apresiasi dari sejumlah konsumen. Cita rasa dan tekstur donat, misalnya, dinilai enak serta mampu bersaing dengan produk sejenis yang tersedia di pusat perbelanjaan.

Menariknya, produk hasil karya Warga Binaan tersebut turut mendapat perhatian Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Sidoarjo sekaligus Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo, Rizza Ali Faizin, yang hadir dan membeli produk yang dipasarkan.

Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa produk hasil pembinaan di lingkungan pemasyarakatan memiliki potensi untuk diterima masyarakat, sekaligus memberikan kesempatan bagi Warga Binaan untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas melalui kegiatan produktif.

Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan Rutan Kelas I Surabaya, Imam Haidar Pratama, menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam bazar UMKM merupakan kesempatan penting untuk memperkenalkan hasil pembinaan keterampilan Warga Binaan kepada masyarakat.

Menurutnya, produk yang dipasarkan merupakan hasil produksi Warga Binaan dengan pendampingan petugas. Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan tidak hanya memperoleh pengalaman dalam proses produksi, tetapi juga kesempatan mengenal pemasaran dan interaksi langsung dengan konsumen.

Pembinaan keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi Warga Binaan agar memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan setelah menjalani masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.

Partisipasi dalam bazar juga menjadi ruang untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk hasil pembinaan pemasyarakatan. Dengan memperkenalkan produk secara langsung, masyarakat dapat melihat bahwa Warga Binaan memiliki potensi untuk menghasilkan karya yang bernilai ekonomi.

Keberhasilan menjual 53 produk dalam satu kegiatan menjadi salah satu capaian positif dalam pelaksanaan program pembinaan kemandirian. Meski demikian, keberlanjutan pembinaan dan pengembangan pemasaran tetap menjadi bagian penting agar keterampilan yang diperoleh dapat memberikan manfaat jangka panjang.

Melalui kegiatan Semarak Hari Santri dan Bazar UMKM ini, Rutan Kelas I Surabaya menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berfokus pada pelaksanaan masa pidana, tetapi juga pada pengembangan keterampilan, kreativitas, dan kesiapan Warga Binaan untuk kembali berintegrasi dengan masyarakat.

Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, sehingga produk hasil karya Warga Binaan semakin dikenal, memperoleh kepercayaan konsumen, serta membuka peluang usaha yang dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan mandiri dan produktif setelah kembali ke masyarakat. (red-056)