Selidiki Video KKB Ancam Tembak Pilot Susi Air dalam Dua Bulan

    0
    104

    Papua,(Cakrayudha-hankam.com) – Video memperlihatkan Pilot Susi Air Captain Philips Mark Mehterns yang tengah disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali beredar di media sosial. Kali ini disertai ancaman KKB akan menembak pria berkebangsaan Selandia Baru itu jika dalam dua bulan tidak ada pembicaraan dari dunia internasional dan Indonesia soal kemerdekaan Papua.

    “Kasih dua bulan lagi untuk semua negara yang lain untuk bicara dengan Indonesia untuk Papua merdeka, kalau sudah dua bulan dan mereka tidak bicara dengan Papua, mereka akan tembak saya,” ujar pria yang ada dalam video itu.

    Saat ini petugas tengah menyelidiki video yang beredar. Penyelidikan ini dilakukan untuk mengetahui detail video.

    “Saat ini kami masih melakukan penyelidikan tentang video yang beredar,” kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz Kombes Donny Charles Go saat dihubungi, Sabtu, (27/0523).

    Untuk menyelidiki video tersebut, polisi turut melibatkan ahli. “Gunakan ahli juga untuk mengetahui detail tentang videonya,” sebutnya.

    Sebelumnya, Pilot Susi Air, Captain Philips Mark Mehterns tak kunjung bebas dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya. Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengatakan, TNI dan Polri terus berupaya membebaskannya.

    Saat ini, kata Fakhiri, petugas sedang memaksimalkan upaya negosiasi agar KKB bisa melepaskan pilot asal Selandia Baru tersebut.

    “Saya berbicara dengan berbagai pihak tentang proses negosiasi ini, termasuk dengan pihak gereja yang di dalamnya ada Dewan Gereja dan Uskup yang akan semaksimal mungkin melakukan negosiasi dengan kelompok Egianus Kogoya untuk bisa melepas pilot yang dibawanya,” kata Fakhiri, Kamis (25/05/23).

    Meski begitu, tim yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz ini juga sudah menyiapkan sejumlah langkah penegakan hukum yang tepat, tegas dan terukur.

    “Tentunya negosiasi bisa dilakukan dengan siapa saja, saya membuka diri untuk semua pihak yang dari awal yakni pihak Pemerintah Nduga bekerja sama dengan Kapolres,” tegasnya.

    “Kemudian ada juga pihak dari Komnas HAM yang menawarkan diri dan kami terima,” tambahnya.

    Terkait upaya negosiasi, dirinya telah mengirimkan tim khusus dan memfasilitasi terhadap semua pihak yang ingin membantu membebaskan pilot tersebut.

    “Saya berharap negosiasi tersebut menghasilkan hasil yang baik, kita memberikan kesempatan kepada kelompok Egianus bisa mengembalikan pilot melalui jalur negosiasi secara baik,” ungkapnya.

    “Semua sedang berjalan dan dari pihak gereja nantinya akan kita bantu, salah satunya pihak Gereja Kingmi yang nantinya akan mengutus orang kepercayaannya untuk melakukan negosiasi tersebut,” tandasnya pada awak media mengakhiri perbincangan.(Red)