Sebby Sambom Dikritik Karena Menyebarkan Kebohongan, Masyarakat Papua Dihimbau Agar Tidak Terprovokasi

    0
    65

    JAYAPURA – Cakrayudha-hankam.com – Pernyataan-pernyataan yang disampaikan oleh Sebby Sambom, juru bicara Organisasi Papua Merdeka (OPM), kembali mendapatkan sorotan tajam karena dianggap penuh dengan kebohongan dan manipulasi opini publik. Berbagai tokoh masyarakat dan pejabat setempat menilai bahwa narasi yang disebarkan oleh Sambom tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di Papua, malah semakin memperburuk situasi dan memecah belah masyarakat.

    Tokoh adat Papua, Lenis Kogoya, menegaskan bahwa pernyataan-pernyataan Sambom lebih banyak bersifat provokatif ketimbang berdasarkan fakta.

    “Sebby Sambom terus menipu masyarakat Papua dengan janji-janji kosong tentang kemerdekaan yang tidak akan pernah terwujud. Apa yang dia sampaikan justru hanya memperburuk keadaan dan membuat masyarakat semakin menderita,” ungkap Lenis Kogoya, Jumat (13/03/2025).

    Pernyataan Penuh Propaganda, Masyarakat Diminta Waspada
    Sambom selama ini dikenal sebagai suara utama dalam gerakan separatis Papua. Ia sering memanfaatkan berbagai media, baik lokal maupun internasional, untuk menyebarkan narasi mengenai kemerdekaan Papua dan menuduh pemerintah Indonesia melakukan pelanggaran hak asasi manusia.

    Namun, banyak pihak menilai bahwa pernyataan Sambom sarat dengan kebohongan dan tidak didukung oleh fakta yang kuat. Bahkan, sejumlah warga Papua yang sebelumnya percaya pada narasi OPM kini mulai menyadari bahwa mereka hanya dimanfaatkan untuk kepentingan segelintir elit separatis.

    “Kami masyarakat Papua ingin hidup damai dan membangun daerah ini, bukan terus-menerus dijadikan alat provokasi oleh kelompok separatis. Kami sudah cukup menderita akibat konflik ini,” ungkap seorang warga di Jayapura yang enggan disebutkan namanya.

    Papua Bertekad Maju, Bukan Terjebak dalam Konflik yang Tak Berujung
    Di tengah laju pembangunan yang pesat di Papua, pemerintah terus meluncurkan berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mencakup pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. Namun, propaganda yang disebarkan oleh Sambom dan kelompoknya justru menghalangi kemajuan tersebut dan menimbulkan rasa takut di kalangan masyarakat.

    Masyarakat Papua diharapkan dapat lebih bijaksana dalam menyaring informasi, terutama dari pihak-pihak yang memiliki agenda tertentu untuk menciptakan konflik.

    “Mari kita bersatu membangun Papua, bukan terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin merusak kedamaian. Papua adalah bagian dari Indonesia, dan kita harus bekerja sama demi masa depan yang lebih baik,” tegas Lenis Kogoya.

    Seiring dengan semakin jelasnya kebohongan yang disebarkan oleh kelompok separatis, masyarakat Papua diharapkan untuk tidak mudah terprovokasi dan tetap berkonsentrasi pada pembangunan serta persatuan bangsa.(Red-033)